Wagub Gorontalo Hadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019

Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kanan) bersalaman dengan Wapres RI Jusuf Kalla pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di The Ritz Carlton, Pacifik Place, Jakarta, Jumat (11/1/2019). (Foto : Istimewa)

JAKARTA, Humas – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan tahun 2019 yang dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, di ballroom The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Dihubungi usai menghadiri kegiatan itu Wagub Idris Rahim menjelaskan arahan Wapres Jusuf Kalla yang mengajak seluruh pelaku industri keuangan ikut memperbaiki defisit transaksi berjalan dan perdagangan.

“Wapres mengajak seluruh pihak untuk melakukan kolaborasi dan sinergi dalam menjaga sistem keuangan dan perdagangan dengan meningkatkan ekspor dan investasi,” kata Idris.

Baca Juga :  Wagub Gorontalo : Jangan Ada Panwas Yang Diberhentikan

Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengangkat tema ‘Kolaborasi Membangun Optimisme dan Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan. Pada kegiatan yang menjadi ajang berkumpulnya para pelaku industri jasa keuangan tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimbo Santoso menyampaikan lima kebijakan OJK selama tahun 2019. Pertama, memperbesar alternatif pembiayaan jangka menengah dan panjang bagi sektor strategis, baik pemerintah dan swasta, melalui pengembangan pembiayaan dari pasar modal.

Kedua, akselerasi pertumbuhan ekonomi dengan mendorong lembaga jasa keuangan meningkatkan kontribusi pembiayaan pada sektor prioritas seperti industri ekspor, substitusi impor, pariwisata maupun sektor perumahan. Ketiga, OJK akan memperluas penyediaan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat kecil di daerah terpencil yang belum terlayani lembaga keuangan formal.

Baca Juga :  Gubernur Berharap Bantuan KUR Untuk Usaha Produktif

Keempat, mempersiapkan industri jasa keuangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dengan melakukan digitalisasi produk dan layanan keuangan, juga manajemen risiko yang memadai. Terakhir, OJK akan memanfaatkan teknologi dalam proses bisnis, baik dalam pengawasan perbankan berbasis teknologi dan perizinan yang lebih cepat.

Pewarta : Haris

116 total views, 1 views today

author

Author: