Upia Karanji Gorontalo Menggema di NTB

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa (empat dari kiri) foto bersama dengan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi (tiga dari kiri) dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (dua dari kiri) dengan menggunakan upia karanji. Sekda mempromosikan songkok khas Gorontalo dan kain sulaman karawo dalam forum Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Nasional Regional II yang berlangsung di Mataram Nusa Tenggara Barat, Selasa (6/3). (Foto: Istimewa)

Mataram, Humas – Acara Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Nasional Regional II yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (6/3) menjadi ajang bagi pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mempromosikan upia karanji (songkok khas Gorontalo).

Seusai acara pembukaan yang dibuka oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa memanfaatkan momen tersebut untuk promosi upia karanji. Satu persatu para pejabat eselon I dihadiahi songkok yang terbuat dari anyaman pohon Mintu itu. Tidak terkecuali Menteri Bappenas Bambang Brojonegoro.

Baca Juga :  Kadis PU-PR Jelaskan Hambatan Pembangunan Asrama Wonocatur

Para Sekda Provinsi dari 17 daerah juga diberi hadiah serupa, termasuk Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi sebagai tuan rumah. Bagi pejabat perempuan, Winarni menghadiahkan syal dan kipas karawo (kain sulaman khas Gorontalo).

“Ini menjadi bagian dari upaya kami mempromosikan upia karanji di kancah nasional. Di Gorontalo sendiri, bapak Gubernur Rusli Habibie sudah mewajibkan kepada ASN untuk menggunakan upia karanji dan jilbab karawo setiap hari kerja. Begitu juga dengan pemerintah kabupaten/kota dan instansi vertikal,” jelas Winarni.

Upaya promosi ini pun tidak tanggung tanggung. Setiap delegasi Pemprov Gorontalo yang terdiri dari beberapa OPD menyiapkan belasan bahkan puluhan upia karanji dan kain karawo. Oleh oleh yang dibeli dari pengrajin lokal itu akan dibagi dan dikenakan pejabat kementrian lembaga saat sidang komisi.

Baca Juga :  Rusli Optimis Bisa Produksi 400 ribu Hektare Jagung

“Jadi setiap pembahasan komisi misalnya yang terkait dengan program kehutanan dan lingkungan, maka Dinas Kehutanan menyerahkan upia karanji dan kain karawo kepada pejabat kementrian lembaga. Jadi nuansa Gorontalo kental terasa,” sambung mantan Kepala Bappeda itu.

Rakortek Nasional Regional II sendiri merupakan ajang pengusulan program daerah untuk masuk dalam program prioritas pemerintah pusat tahun 2019. Program tersebut nantinya akan dibiayai oleh kementrian/lembaga secara bersama sama. Pemprov Gorontalo mengusulkan 2600 program untuk masuk sebagai program prioritas nasional.

Pewarta/editor: Isam

389 total views, 1 views today

author

Author: