Tim Kajida Wantannas Kunker Ke Provinsi Gorontalo

Plh Sekertaris daerah Iswanta (keempat dari kiri), didampingi pimpinan OPD dilingkup Pemprov Gorontalo, berfoto bersama jajaran Tim Pengkajian Daerah (Kajida) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) yang dipimpin oleh Mayjen TNI Afanti Uloli selaku Deputi Sisnas sekaligus penangung jawab tim. Kedatangan tim Kajida Wantannas bertujuan untuk menggali dan menghimpun berbagai permasalahan di Provinsi Gorontalo. Khusus di Provinsi Gorontalo sendiri masalah utama yang dihadapi adalah pencemaran lingkungan utamaya terkait danau limboto. (Foto : Nova Humas)

Kota Gorontalo, Humas – Tim Pengkajian Daerah (Kajida) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo. Kunker yang dipimpin langsung oleh Mayjen TNI Afanti Uloli selaku Deputi Sisnas ini, diterima langsung oleh PLH Sekertaris Daerah Provinsi Gorontalo Iswanta serta unsur pimpinan OPD dilingkup Pemprov Gorontalo, Rabu, (20/2/2019) diruang Dulohupa Kantor Gubernur Gorontal

Baca Juga :  550 Warga Gorontalo Ikut Magang Kerja Dalam Negeri

Mayjen TNI Afanti Uloli yang juga selaku penanggung jawab Tim mengatakan, kedatangannya bersama rombongan adalah untuk menggali dan menghimpun berbagai permasalahan di Provinsi Gorontalo. Khusus di Provinsi Gorontalo sendiri masalah utama yang dihadapi adalah pencemaran lingkungan utamaya terkait danau limboto

“Ini adalah agenda kajian tetap kita. Dimana berbagai permasalahan yang kami tampung dari sini, kami akomodir dan analisis terlebih dahulu. Selanjutnya, akan kami teruskan kepada Presiden untuk mencari solusinya dan kunjungan kami ke Gorontalo fokus kepada masalah lingkungan utamanya danau limboto,” kata Afanti

Jendral berdarah Gorontalo ini mengakui bahwa di tahun 2019 ini, Provinsi Gorontalo mendapatkan kesempatan pertama sebagai daerah yang dikunjungi selain 12 Provinsi lainnya. Timnya juga menjelaskan memilih danau limboto untuk ditangani karena danau limboto masuk dalam kategori kritis sehingga perlu untuk diselamatkan

Baca Juga :  Zudan : Saya Larang Memihak Calon, Tapi Silahturahim Tentu Saja Bisa

“Kenapa danau limboto karena memang kondisinya sekarang cukup kritis sehingga perlu penanganan secara terpadu. Saya melihat juga diberbagai kesempatan pak Gubernur dan jajaran Pemprov Gorontalo telah banyak upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan danau limboto ini. Jadi penilaian kami tidak akan efesien jika hanya dari pemerintah daerah saja tapi juga harus ada langkah dari kami pemerintah pusat, masyarakat, para akademisi, media semua kita harapkan berpartisipasi,” jelasnya

Sementara itu Iswanta selaku Plh Sekertaris daerah mengatakan atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo bertarimakasih atas kunjungan dari tim Kajida Wantannas ini. Ia juga memohonkan maaf karena kedatangan tim Kajida bertepatan saat Gubernur, Wagub dan juga Sekdaprov Gorontalo sedang berada diluar daerah

Baca Juga :  Serapan Gabah Petani Gorontalo Ditarget 10.852 Ton

Seperti diketahui kondisi danau Limboto sendiri termasuk wilayah didalamnya yaitu seluas 90.029 Ha, masuk dalam kawasan hutan seluas 25.984 Ha atau sekitar 29% dan luar kawasan hutan sebesar 64.045 Ha atau 71%. Luas lahan kritis dalam kawasan hutan yang perlu direhabilitasi yaitu 13.521 Ha atau 52% dari total kawasan hutan DAS Limboto. Sedangkan untuk lahan kritis luar kawasan hutan yaitu sebesar 25.682 Ha atau 40%.

Pewarta : Echin

 

321 total views, 1 views today

Tags:
author

Author: