Tampung Sampah Tiga Daerah, TPA Talumelito Nyaris Penuh

Seorang petugas TPA Talumelito memperhatikan sampah plastik yang tidak dimanfaatkan di selter atau tempat penampungan sampah, Kamis (15/8/2019).Jenis sampah tas kresek atau plastik bekas bungkusan merupakan jenis yang jarang dimanfaatkan warga. Akibatnya Selter 4 dengan luas 2,1 hektar dan kedalaman 9 meter sudah hampir penuh. (Foto: Haris-Humas).

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Masalah sampah di Provinsi Gorontalo sudah mulai menghawatirkan. Data di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talumelito di Kabupaten Gorontalo setiap tahun rata-rata menampung 30.000 ton sampah.

Rinciannya tahun 2016 sebanyak 31.128 ton, 2017 sebanyak 29.749 ton dan tahun 2018 sebanyak 33.910 ton. Data itu tidak termasuk sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di tiap kabupaten/kota.

Baca Juga :  Mensos RI: Kesetiakawanan Sosial Filosofi Bangsa Indonesia

“TPA Talumelito melayani sampah dari seluruh wilayah Kota Gorontalo, sebagian dari Bone Bolango yakni kecamatan Kabila, Tilongkabila dan Suwawa serta Kabupaten Gorontalo untuk kecamatan Telaga Cs, Limboto dan Limboto Barat,” jelas Kepala UPTD TPA Talumelito Agus Dama, Kamis (15/8/2019).

Akibat dari produksi sampah yang cukup tinggi tersebut selter atau tempat  penampungan sampah di TPA Talumelito nyaris penuh. Dari empat selter yang ada, tiga di antaranya sudah ditutup. Selter 4 dengan luas 2,1 hektar dan kedalaman 9 meter tinggal menyisakan sedikit ruang kosong.

“Tiga selter sebelumnya sudah kami timbun. Sampah plastik sebagian diambil oleh pemulung, sebagian lagi kami olah jadi kerajinan kreatif. Sampah organik kami olah jadi pupuk kompos,” imbuh Agus.

Baca Juga :  Bus Perintis Bersubsidi Buka Transportasi di Bulango Utara

Besarnya volume sampah tersebut belum diimbangi dengan teknologi yang cukup baik untuk mengurangi sampah. Ia mencontohkan, jenis plastik sisa bungkusan atau tas kresek selain tidak diminati oleh penampung juga sulit untuk diurai menjadi bahan daur ulang.

“Kekurangan kita di sini pak mesin pencacah plastik. Di sini plastik kresek banyak sekali tapi hanya ditimbun. Tidak ada proses setengah jadi yang bisa bernilai jika dijual kembali,” tandasnya.

Beberapa peralatan lain yang dibutuhkan yakni mesin pengepres kardus. Sampah kardus biasanya memakan kubikasi selter yang cukup luas jika tidak ditekan. Selain itu, mesin pencetak bak telur dibutuhkan untuk memanfaatkan sampah kardus yang masuk di menjadi barang yang bernilai jual.

Baca Juga :  APBD TPA Talumelito Rp2,1 Miliar, Sumbang PAD Rp1,8 Miliar

Pewarta: Isam

168 total views, 1 views today

Berita Terkait

APBD TPA Talumelito Rp2,1 Miliar, Sumbang PAD Rp1,... Kepala UPTD TPA Talumelito Agus Dama (kemeja merah) menunjukkan tempat penimbunan sambah atau selter di tempatnya, Kamis (15/8/2019). Dengan jasa Kom...
Tags: