SMK Bukan Sekolah Untuk “Anak Buangan”

Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah foto bersama dengan para siswa dan guru SMK dalam rangkaian acara Lomba Karya Cipta SMK yang digelar Dinas Dikbudpora, Selasa (20/2). (Foto: Nova-Humas).

Paradigma Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai sekolahnya “anak buangan” ditentang oleh istri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Idah Syahidah. Menurut Ketua TP PKK Provinsi itu, SMK justru menjadi sekolah kejuruan yang fokus mengasah kemampuan dan bakat siswa untuk siap bersaing di dunia kerja.
“Jangan beranggapan bahwa SMK itu tempatnya anak anak buangan karena gak lulus di SMA favorit. Saya juga lulusan SMK tahun 1985 dan saya bangga menjadi alumni SMK,” tegas Idah Syahidah saat membuka Lomba Cipta Karya SMK Se Provinsi Gorontalo, Selasa (20/02).

Idah memotivasi siswa SMK untuk bersikap bangga dengan apa yang mereka miliki. Selain punya kemampuan bersaing di dunia kerja, siswa SMK punya pengetahuan dan keterampilan khusus yang tidak dimiliki oleh siswa sekolah lain.

“Adik adik punya potensi dari segi karakter dan keterampilan sesuai bidang keahlian masing-masing. Potensi ini yang harus dikembangkan untuk menciptakan sesuatu yang bernilai,” imbuh Ketua Dekranasda itu.

Melalui Lomba Cipta Karya SMK, Idah berharap bakat dan karya siswa dapat diwadahi dan dihargai. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 110 siswa dari 55 SMK se Gorontalo. Lomba yang digelar Dinas Dikbudpora Provinsi itu dibagi ke dalam berapa kategori di antaranya karya di bidang pertanian, bidang kesehatan, kemaritiman dan pariwisata.

Pewarta: Nova

Editor: Isam

158 total views, 1 views today

author

Author: