Sekjen lantik Pengurus PMI Gorontalo 2017-2022

Sekjen PMI Pusat Ritola Tasmaya melantik dan mengukuhkan Pengurus PMI Provinsi Gorontalo periode 2017-2022, Sabtu (10/3). Pengurus PMI Gorontalo dipimpin oleh Winarni Monoarfa dan dibantu oleh Sekretaris Yusuf Puhi, Bendahara Danial Ibrahim dan sejumlah pengurus lainnya. (Foto: Salman-Humas).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Ritola Tasmaya melantik pengurus PMI Provinsi Gorontalo periode 2017-2022 bertempat di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Sabtu (10/3).

Pelantikan ditandai dengan penyematan pin kepada Ketua Dewan Pelindung Rusli Habibie dan pengurus serta penyerahan bendera PMI kepada Ketua PMI Gorontalo Winarni Monoarfa.

Winarni Monoarfa bertekad menjadikan PMI sebagai organisasi kemanusia yang handal di daerah sebagaimana diamanahkan oleh UU No. 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Menurut Sekretaris Daerah Provinsi itu, PMI diperhadapkan pada tantangan akan kebutuhan darah yang masih minim.

Baca Juga :  Pengawasan Kampanye Pilkada Libatkan Tokoh Agama

Data UTD PMI Gorontalo tahun 2017 menunjukkan bahwa kebutuhan darah setiap bulan 1000-1200 kantong. Sedangkan aksi donor darah sukarela baru berkisar 600-700 kantong. Artinya kita membutuhkan 400-500 kantong perbulan. Hal inilah merupakan sebuah permasalahan yang harus kita cari solusinya” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengapresiasi pelantikan pengurus ini. Rusli yakin di bawah kepemimpinan Winarni maka PMI bisa semakin baik dan maju ke depannya.

“Kalau melihat wajah wajah pengurus yang dilantik, saya tidak ragu bahwa PMI akan lebih maju lagi di bawah kepemimpinan ibu Sekda. Apalagi tadi ditutup dengan yel yel Kerja Kerja Kerja dan Gorontalo Unggul tambah yakin saya,” terang Rusli yang juga menjabat sebagai mantan Ketua PMI.

Baca Juga :  Pemprov Mediasi Dualisme Dewat Adat Gorontalo

Selain kebutuhan darah, pekerjaan rumah PMI yakni untuk meningkatkan kualitas pelayanan darah di daerah melalui Unit Transfusi Darah. Saat ini Gorontalo baru memiliki dua UTD yakni Kota Gorontalo dan Gorontalo Utara.

Ke depanya, PMI Gorontalo akan membentuk Tim Siaga Bencana (SIBAT) bekerjasama dengan BPBD, Basarnas dan Dinas Sosial dalam upaya tanggap darurat bencana. Tim ini akan dibentuk di tingkat kelurahan dan desa sebagai garda terdepan penanggulan bencana.

Pewarta: Ecyhin

Editor: Isam

554 total views, 2 views today

author

Author: