Rusli Habibie Hibahkan Tanahnya Untuk Pengembangan Ayam KUR

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah) menyerahkan dua buah sertifikat tanah kepada Kadis Pertanian Muljady Mario. Selasa (18/9/2018). Tanah seluas 1,4 hektar yang berlokasi di desa Lonuo, kecamatan Tilongkabila, kabupaten Bone Bolango itu digunakan untuk pengembangan ayam kampung unggulan yang diberinama ayam Kampung Unggulan Rusli (KUR). Ayam tersebut sudah dikembangkan sejak tahun 2013 lalu dan mulai dinikmati oleh kelompok ternak dengan pembagian bibit, pakan dan kandang secara gratis. (Foto: Salman-Humas).

BONE BOLANGO, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menghibahkan tanah pribadinya untuk pengembangan ayam kampung unggulan yang dikelola oleh Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo. Tanah seluas lebih kurang 1,4 hektar tersebut berlokasi di desa Lonuo, kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango.

Baca Juga :  Bangun Semangat Kerja, Sekda Wajibkan Senam Tiap Jumat

Rusli berkisah, tanah tersebut dipinjampakaikan ke Pempov Gorontalo setelah melakukan studi banding di Badan Penelitian Peternakan (Balitnak) di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, tahun 2012. Saat itu, Balitnak menawarkan kerjasama untuk pengembangan ayam kampung unggulan untuk bisa diterapkan di Gorontalo.

Ayam KUR ini memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan ayam kampung biasa. Jika ayam kampung biasa bertelur 70 butir per tahun, maka ayam ini bisa bertelur 170 – 180 butir tiap tahunnya.

“Waktu itu pemprov belum ada lahan yang siap, makanya saya tawarkan lahan ini untuk menjadi lokasi pengembangan. Waktu itu kita baru memproduksi sekitar 1.500 ekor,” kisah Rusli saat menggelar Bhakti Sosial NKRI Peduli dan penyerahan berbagai bantuan di lokasi tersebut, Selasa (18/9/2018).

Baca Juga :  Rusli Habibie Apresiasi  Profesionalitas dan Ketegasan KPU serta Bawaslu Provinsi

Diresmikan tanggal 5 Maret 2013 untuk produksi DOC (bibit ayam) perdana, kandang Lonuo mulai dipanen hasilnya Mei 2013. Bahkan pemprov saat itu mulai menyalurkan bantuan kepada kelompok ternak, masih-masing 250 ekor setiap kelompoknya.

“Kami berikan secara gratis. Termasuk untuk biaya kandang dan pakannya selama tiga bulan (sekali panen). Setelah itu peternak membeli pakan sendiri,” imbuhnya.

Seiring dengan perkembangannya, ayam KUR mulai dirasakan manfaatnya oleh warga Gorontalo penerima bantuan tersebut. Bahkan, hingga tahun 2017 lalu sudah ada 6810 peternak yang terbantu melalui program tersebut.

Perkembangan pusat pembibitan ayam yang semakin baik membuat Dinas Pertanian bermaksud untuk mempermanenkan lokasi tersebut. Ada dua opsi yang diajukan yakni dengan membeli tanah tersebut kepada Rusli Habibie atau meminta agar tanah tersebut dihibahkan kepada pemprov.

Baca Juga :  Fans Club Radio SRH Menggelar Rapat Kerja Pertama

“Saya berembuk bersama keluarga. Saya sampaikan kalau mau dijual setelah dinilai harga rumah dan tanah itu Rp650 Juta harganya. Setelah ditimbang-timbang khususnya dari istri saya beliau bilang hibahkan saja ke pemerintah provinsi,” jelas Gubernur Gorontalo dua periode itu.

Pernyataan Rusli itu pun langsung dibuktikan dengan penyerahan dua buah sertifikat atasnama dirinya kepada Pemprov Gorontalo. Serahterima hibah tanah diterima secara simbolis oleh Muljady Mario selaku Kepala Dinas Pertanian.

“Kita tidak pernah tahu besok, lusa atau kapapun kita mati. Jadi saya hibahkan tanah ini. Selama tanah ini masih berproduksi untuk bibit ayam gratis maka insyaallah mengalir pahalanya untuk saya,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemprov Gorontalo juga menggelar Bhakti Sosial NKRI Peduli. Selain menyerahkan bantuan pertanian dan peternakan bagi warga Bone Bolango, pemprov menyerahkan santunan senilai Rp100 Ribu untuk 500 warga yang hadir. Santunan tersebut bisa digunakan untuk membeli sembako di pasar murah yang sudah disiapkan.

Pewarta: Isam

551 total views, 1 views today

Berita Terkait

Rp3,3 Milyar Bantuan untuk Bone Bolango Diserahkan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah, kemeja putih) dan Ketua TP PKK Idah Syahidah (belakang, empat kiri) foto bersama dengan warga penerima bant...
Tags:
author

Author: