Rusli Diundang Jokowi ke Istana Bogor

RHNews.com – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kembali mendapat kehormatan dari pemerintah pusat untuk menghadiri pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor. Pada pertemuan yang rencananya akan digelar Senin pekan depan itu akan membahas sejumlah agenda penting pemerintah daerah.

“Materi pertemuannya tentang penyerapan anggaran baik APBD maupun APBN, persiapan Pilkada serentak, penanganan kebutuhan Sembilan bahan pokok (Sembako), akselerasi program serta pengendalian inflasi. Insya Allah saya akan hadir didampingi Asisten II, Kepala Bappeda dan Kepala Biro Pembangunan dan Pengendalian Ekonomi (P2E).

Pertemuan tersebut juga akan dimanfaatkan Rusli Habibie untuk memaparkan tentang progres pembangunan sejumlah mega proyek yang sedang berlangsung di Gorontalo.

Di antaranya menyangkut pembangunan Gorontalo Outer Ring Road atau jalan lingkar luar Gorontalo, revitalisasi Danau Limboto, pembangunan Bandar udara Djalaluddin, pembangunan Bendung Randangan serta pembangunan RSUD Provinsi.

“Kita juga akan menyampaikan tentang usulan program dan pembiayaan untuk tahun 2016. Saya berharap agar Gorontalo tetap diberi kepercayaan oleh pemerintah pusat untuk mengelola anggaran yang sebesar besarnya untuk daerah,” imbuhnya.

Terkait dengan isu isu yang akan dibahas, Gubernur mengaku optimis permasalahan tersebut bisa diselesaikan di daerah. Untuk penyerapan anggaran misalnya, sejauh ini Pemprov Gorontalo tercatat sebagai provinsi terbaik kedua dalam hal penyerapan anggaran pada Triwulan II.

Hingga 30 Juli 2015 realisasi pekerjaan fisik Pemprov Gorontalo sudah mencapai angka 48,2 persen serta realisasi keuangan sebesar 40,7 persen. Angka tersebut jauh dari dari capaian rata rata nasional yang hanya 25,90 persen.

Pun begitu dengan masalah pengendalian inflasi di daerah. Pada tahun 2014, Provinsi Gorontalo ditetapkan sebagai 3 besar pengendalian inflasi terbaik nasional bersama Provinsi Kalbar dan NTT.

Gorontalo mencatat inflasi terendah nasional yakni sebesar 5,28 persen. Angka itu jauh dari inflasi nasional sebesar 8.36 persen.

383 total views, 1 views today

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply