Rusli : Anggota Pramuka Harus Punya Rasa Malu

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Ketua Kwarda Gorontalo Kak Idah Syahidah saat menghadiri pembukaan Musda IV Kwarda Pramuka yang berlangsung di Hotel Grand Q, Kamis (28/12).

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menasihati adik-adik anggota Pramuka Gorontalo. Menurut Kak Mabida Pramuka Gorontalo itu, setiap anggota harus berkarakter dengan menjunjung tinggi rasa malu. Adalah sia-sia jika Pramuka memiliki sejumlah prestasi namun rendah rasa malu.

“Saya bangga Pramuka punya banyak prestasi secara nasional. Tapi saya malu seandainya ada tawuran di situ ada anak Pramuka. Ketika ada yang tidak naik kelas di situ ada anak Pramuka. Balap liar, narkoba dan seterusnya. Itu maksudnya harus ada rasa malu,” terang Rusli saat membuka Musyawarah Daerah Kwarda Pramuka Provinsi Gorontalo, Kamis (28/12).

Lebih lanjut Rusli mengemukakan, tantangan Pramuka dewasa ini semakin besar. Era di mana ijazah sekolah saja tidak cukup untuk bersaing secara global. Setiap anggota Pramuka harus terus meningkatkan kualitas diri dengan berbagai keterampilan dan kreativitas.

Rusli mencontohkan, di era digital saat ini telah menjadikan dunia semakin kecil. Seolah dunia berada di genggaman manusia melalui perangkat handphone. Jika pramuka tidak bisa bersaing, maka akan tergilas oleh waktu.

Ka Kwarda Pramuka kak Idah Syahidah menyerahkan penghargaan kepada Ka Mabida Kwarda Pramuka kak Rusli Habibie bersama sejumlah tokoh Pramuka Gorontalo, Kamis (28/12). Penghargaan diberikan karena dipandang berkontribusi besar pada pengembangan kegiatan Pramuka di daerah.

“Sekarang tidak jamannya lagi ijazah S1 dan S2. Tidak ada harganya lagi IPK anda tiga koma sekian dan seterusnya. Banyak yang nganggur. Paling penting itu adalah keterampilan dan kreativitas, salah satunya melalui pramuka” tegasnya.

Gubernur Gorontalo dua periode itu bahkan menantang kepada pramuka untuk menyiapkan konsep peternakan mandiri yang dikelola oleh pramuka. Ia berharap hal itu bisa mendorong kemandirian anggota untuk beternak dan berwira usaha.

“Saya tantang teman teman pramuka, coba ajukan ke saya (proposal). Saya berikan lahan dan bantuan. Untuk jadi percontohan pengembangan ternak sapi di Gorontalo,” sambungnya.

Musda Kwartir Daerah Pramuka rencananya akan berlangsung selama dua hari hingga tanggal 29 Desember. Agenda Musda selain mendengarkan laporan pertanggungjawaban pengurus lama, juga untuk memilih ketua Kwarda yang baru. Idah Syahidah disebut-sebut berpeluang besar untuk kembali memimpin Kwarda Pramuka Gorontalo hingga 2022 nanti.

Pewarta/editor : Isam

Foto : Salman

221 total views, 1 views today

author

Author: 

Leave a Reply