Rakorev dengan Pemkab Pohuwato, Gubernur Tekankan Kualitas Program

0
151
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kiri) saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato, Rabu (22/1/2020). (Foto: Salman-Humas).

KABUPATEN POHUWATO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) dengan Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Rabu (22/1/2020). Rapat yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati itu dipimpin oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan dihadiri oleh Bupati Pohuwato Syarief Mbuinga dan jajarannya.

Dalam arahannya, Gubernur Rusli mengingatkan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk tidak saja mengejar realisasi fisik dan keuangan berbagai program. Lebih daripada itu, harus ada peningkatan kualitas pembangunan.

“Capaian realisasi sudah bagus. Rata-rata sudah di atas 90 persen, tapi yang kita harapkan juga kualitas dari program tersebut. Apa artinya kita realisasi fisik dan keuangan tetapi kita kurang atau tidak memperhatikan kualitas khususnya di belanja modal,” ucap Rusli.

Rusli mencontohkan ada perbedaan mendasar antara pekerjaan fisik zaman Belanda dibandingkan dengan era sekarang. Bangunan era kolonial meski sudah ada puluhan bahkan ratusan tahun lalu masih bisa dimanfaatkan hingga sekarang.

Terkait dengan program pembangunan tahun 2020, Rusli menyebut anggaran belanja untuk provinsi dan kabupaten kota se Gorontalo mencapai Rp11 triliun. Anggaran itu diharapkan bisa mengintervensi penurunan angka kemiskinan dan pembangunan infrastruktur dasar yang masih kurang di setiap daerah.

“Kantong-kantong yang miskin di mana, infrastruktur yang belum di mana. Ini yang selalu didengungkan oleh Bapak Presiden, dengan raut muka yang sangat serius karena menurut beliau sasaran belum sampai ke urat nadi pertumbuhan ekonomi,” tegas Gubernur Gorontalo dua periode itu.

Artikel Terkait  Gaji ASN Pemprov Gorontalo Bantu Kebutuhan Pokok Masyarakat

Ia meminta setiap instansi baik pusat, provinsi dan kabupaten kota untuk saling berkoordinasi satu dengan yang lain. Tujuannya agar tidak ada tumpang tindih program serta tidak menimbulkan masalah dalam pelaksanaannya di lapangan.

Pewarta: Isam/Gina

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini