Raker Kesda Provinsi Gorontalo Bahas Tiga Isu Kesehatan

Asisten II Bidang Pembangunan Sutan Rusdi (ke lima dari kanan) berfoto bersama seluruh peserta Raker Kesda Provinsi Gorontalo, Sabtu (6/4) di hotel Grand Q Kota Gorontalo.

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Raker Kesda) se-Gorontalo yang dilaksanakan di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Sabtu (7/4). Acara tersebut dibuka Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementrian Kesehatan dr. Siswanto.

Ada tiga isu utama yang diangkap dalam Raker Kesda 2018 ini yakni mengeliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC), penurunan stunting, serta pemerataan dan peningkatan mutu imunisasi di Gorontalo. Tiga isu utama ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk dituntaskan.

Baca Juga :  Gorontalo Berdzikir Jelang Pilkada Serentak

Untuk penderita Tuberkulosis misalnya, Indonesia masih berada pada peringakat ke dua dunia untuk angka kasus TBC Estimasinya sekitar satu juta dua puluh ribu kasus.

“Di Provinsi Gorontalo tahun 2017 terdapat 2.032 kasus baru TBC yang ditemukan. Kami menargetkan tahun 2018 ini akan menemukan 5.180 kasus untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik hingga penderita dinyatakan sembuh,” kata Asisten II Bidang Pembangunan Sutan Rusdi saat membacakan sambutan mewakili Gubernur Gorontalo.

Penurunan stunting atau kekerdilan dan kurang gizi pada balita juga menjadi fokus pemerintah daerah. Sebab hal ini dapat berdampak pada perkembangan otak dan tumbuh kembang anak yang pada gilirannya berdampak pada kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Pembinaan Camat dan Lurah, Wagub Soroti Ketidakhadiran Hingga Hewan Lepas

Data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menyebutkan bahwa tingkat pertumbuhan balita dengan ukuran tubuh sangat pendek di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara masih cukup tinggi dengan angka 11,9 dan 11,1 persen. Sementara untuk empat kabupaten lainnya berada pada presentasi antara 5,5 hingga 7,3 persen.

“Terkait dengan pemberian imunisasi dasar lengkap, hingga Maret 2018 Provinsi Gorontalo baru mencapai 85.3% atau sebanyak 19.447 dari 22.057 bayi. Ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah buat kita semua agar pemberian imunisasi lengkap bisa semakin tinggi,” imbuh Sutan.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kemenkes Siswanto menyambut baik pelaksanaan Raker Kesda ini. Ia menekankan bahwa pengentasan tiga isu utama kesehatan ini tidak bisa dilaksanakan secara parsial, tapi butuh komitmen dan kerja kerasdari  provinsi, kabupaten/kota hingga fasilitas kesehatan di kecamatan dan desa.

Baca Juga :  Gubernur Ingatkan Dikbudpora Terhadap Calon Siswa Baru

“Oleh karena itu, Raker Kesda ini menjadi kesempatan yang baik untuk mensinkronkan dan mensinergikan program antara provinsi dan kabupaten/kota. Langkah langkah apa yang harus kita lakukan untuk dituangkan dalam Rencana Aksi Daerah (RAD),” katanya.

Pada Raker Kesda 2018 ini juga dilaksanakan penandatangan komitmen bersama antar stake holder kesehatan. Para kepala daerah atau yang mewakili diminta membubuhkan tanda tangan di papan komitmen disertai harapan-harapan mereka

Turut membubuhkan tanda tangan perwakilan dari Rumah Sakit Negeri dan Swasta, Puskesmas, hingga Posyandu serta perguruan tinggi kesehatan se-Provinsi Gorontalo.

Pewarta/editor: Isam

Foto : Fikri

226 total views, 1 views today

author

Author: