Peserta Upacara HUT Proklamasi Bakal Gunakan Pakaian Adat

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat diwawancarai oleh media usai meninjau pelaksanaan geladi kotor upacara HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia bertempat di halaman Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (15/8/2018). Pemprov Gorontalo sendiri akan melaksanakan upacara dengan tampilan yang unik yakni dengan menggunakan pakaian adat daerah. (Foto: Salman-Humas).

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Provinsi Gorontalo mengusung konsep berbeda pada pelaksanaan HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan digelar pada tanggal 17 Agustus 2018 nanti. Jika biasanya inspektur upacara menggunakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) dan tamu VIP menggunakan setelah jas, maka pada peringatan tahun ini dihimbau menggunakan pakaian adat daerah.

“Tahun ini insyaallah semua baik pemerintah provinsi, kabupaten kota dan vertikal saya himbau untuk menggunakan baju adat Gorontalo. Kita perlihatkan pada daerah lain bahwa Gorontalo juga punya pakaian adat yang cukup bagus,” terang Rusli Habibie usai meninjau pelaksanaan geladi kotor upacara bertempat di halaman Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (15/8/2018).

Baca Juga :  Workshop Hari Air Dunia, Terus Selamatkan Air Dan Alam

Selain untuk mempromosikan adat dan budaya daerah, penggunaan pakaian adat juga menggambarkan bahwa Indonesia diperjuangkan dan lahir dari daerah yang dipersatukan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semangat “Bhineka Tunggal Ika” yang akan diusung oleh pemerintah provinsi pada HUT RI tahun ini.

“Saya juga terinspirasi dari Pak Presiden Jokowi yang tahun lalu tampil dengan menggunakan pakaian adat daerah pada upacara. Begitu juga pak Wapres dan para pejabat lainnya. Jadi tahun ini saya berharap kita bisa lebih memperkenalkan kearifan lokal,” imbuh Gubernur Gorontalo dua periode itu.

Provinsi Gorontalo merupakan satu dari 18 daerah adat yang diakui secara nasional. Daerah yang terkenal dengan falsafah hidup “adat bersendikan sara’ dan sara’ bersendikan kitabullah” ini memiliki beberapa jenis pakaian adat di antaranya bili’u, mukuta dan takoa.

Bili’u merupakan pakaian adat untuk perempuan yang umumnya digunakan pada pesta pernikahan. Untuk mempelai pria dikenal dengan sebutan mukuta. Sementara itu baju takoa lazimnya digunakan oleh para pemangku adat dan para petinggi negeri Gorontalo.

Baca Juga :  Gubernur Boyong Keluarga Tukang Sapu ke Rumah Dinas

Pewarta: Isam

405 total views, 1 views today

Berita Terkait

Meriahkan HUT RI, Badan Penghubung Gelar Lomba Agu... Kepala Badan Penghubung Provinsi Gorontalo Arfan Serry. Jusuf (kanan) beserta staf nampak serius dan bergembira mengikuti lomba tarik tambang yang di...
Gubernur Kukuhkan Paskibraka Provinsi Gorontalo Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kanan) memasang kendit kepada salah seorang anggota Paskibraka Provinsi Gorontalo pada prosesi pengukuhan, Kamis (1...
Irup HUT RI, Gubernur Gorontalo Kenakan Baju Adat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kanan) menyerahkan replika Bendera Pusaka Merah Putih kepada pembawa bendera pada peringatan HUT ke-73 Proklamasi K...
Gubernur Gorontalo Ajak Semua Elemen Bersinergi Me... Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia bertempat di...
Tags:
author

Author: