Penggunaan Elpiji Bersubsidi di Gorontalo Masih 92 Persen

0
635
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (dua kiri) menerima cinderamata dari GM MOR Pertamina VII Sulawesi Teungku Fernanda usai melakukan pertemuan di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (27/8/2018). Berbagai hal menyangkut ketersediaan energi yang dibahas, salah satunya penggunaan elpiji bersubsidi di Gorontalo yang masih di angka 92 persen. (Foto: Salman-Humas).

KOTA GORONTALO, Humas – General Manager (GM) Marketing Operation Region (MOR) Pertamina VII Sulawesi Teungku Fernanda menyebut rasio penggunaan elpiji bersubsidi di Provinsi Gorontalo masih cukup tinggi yakni 92 persen bila dibandingkan dengan ukuran lainnya.

“Di Provinsi Gorontalo ini penggunaan elpiji subsidi itu 92 persen dari total penggunaan elpiji secara keseluruhan. Jadi Non subsidi hanya 8 persen. Artinya kan tidak menggambarkan kondisi yang seharusnya,” ujar Teungku usai bertemu dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertempat di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (27/8/2018).

Lebih lanjut Teungku menjelaskan, bila mengacu pada regulasi yang ada seharusnya penggunaan elpiji bersubsidi hanya dikhususkan bagi warga miskin. Warga yang hanya memiliki penghasilan di bawah dari 1,5 Juta Rupiah setiap bulannya.

“Bahkan di tabungnya ditulis khusus masyarakat miskin, gitu yah. Masyarakat miskin seperti apa yang dimaksud yakni yang memiliki penghasilan di bawah 1,5 Juta Rupiah. Masa’ 92 persen warga Gorontalo penghasilannya 1,5 Juta Rupiah?

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mensinyalir masih tingginya penggunaan elpiji bersubsidi disebabkan kesadaran masyarakat untuk beralih ke tabung gas non subsidi masih kurang.

Ia mencontohkan saat ini pengusaha rumah makan, peternakan dan perikanan masih menggunakan tabung gas 3 kg dalam usahanya. Selain tidak tepat sasaran, hal tersebut juga sudah menyalahi peruntukkan tabung gas bersubsidi untuk konsumsi rumahan.

Artikel Terkait  Ulang Tahun ke-291, Kesemerawutan Kota Gorontalo Perlu Ditata

“Makanya saya himbau kepada warga yang mampu untuk tidak lagi menggunakan tabung gas bersubsidi. Khususnya bagi ASN dan PTT di linkungan pemerintah provinsi. PTT kita saja di provinsi rata-rata mengantongi honor 2,3 Juta per bulan jadi jelas dia sudah tidak masuk dalam kriteria pengguna elpiji bersubsidi,” pinta Rusli.

Kepada pihak Pertamina, Rusli berjanji akan segera menertibkan pengunaan elpiji bersubsidi dengan cara melakukan razia yang intensif. Sasaran utama menyasar pengusaha rumah makan, restoran, kafe dan usaha peternakan yang masih menggunakan tabung gas 3 kg.

Pewarta: Isam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini