Penelitian Dukung Penyelamatan Danau Limboto

Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kanan), memaparkan proyek revitalisasi danau Limboto pada pertemuan dengan LPPM UNG

GORONTALO – Upaya penyelamatan danau Limboto yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Salah satunya datang dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yang bekerjasama dengan Ehime University Jepang.

“Kami akan membentuk konsorsium reseach yang akan melibatkan seluruh perguruan tinggi di Provinsi Gorontalo dan menjadikan danau Limboto sebagai obyek riset,” kata Ketua LPPM UNG pada dialog dan pemaparan reseach plan di rumah jabatan Wakil Gubernur Gorontalo, Selasa (10/10).

Hal itu mendapat respon positif dari Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim. Menurutnya, upaya penyelamatan danau Limboto harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder. Wagub menuturkan, proyek revitalisasi danau Limboto yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini dirasa belumlah cukup untuk menyelamatkan danau Limboto.

“Pada proyek revitalisasi salah satunya kita sudah membuat kantung-kantung lumpur, tetapi masih sulit untuk mencegah sedimentasi. Pasalnya sedimentasi yang terbawa dari 22 sungai yang bermuara ke danau Limboto sangat besar. Ini yang perlu dilakukan penelitian, bagaimana caranya mengurangi sedimentasi itu,” ujar Idris.

Selain persoalan sedimentasi, perilaku masyarakat juga harus menjadi salah satu obyek penelitian. Idris mengemukakan, kurangnya kepedulian dan kerjasama masyarakat, menjadi faktor yang menghambat penyelamatan danau Limboto. Seperti keengganan untuk membersihkan eceng gondok, dan karamba-karamba yang masih banyak di danau Limboto.

“Sia-sia pemerintah mengucurkan anggaran miliaran rupiah, jika masyarakat tidak peduli. Sehingga itu menumbuhkan sikap peduli ini juga harus menjadi prioritas kita. Apalagi saat ini sudah ada Perda tentang danau Limboto,” terangnya.

Sementara itu Ketua Kerjasama Asia Afrika dari Ehime University Jepang, Masayuki Sakakibara mengatakan, pihaknya mempunyai ide untuk membangun geopark yakni sebuah kawasan geologi yang akan dikembangkan dengan sektor lainnya seperti pendidikan, pariwisata, dan perlindungan lingkungan, untuk membantu penyelamatan danau Limboto.

“Saya akan mengajak geopark Jepang untuk mensupport Pemprov Gorontalo membangun geopark danau Limboto. Kita akan membangun kerja sama dengan Global Geopark dan berkoordinasi dengan UNESCO,” tandasnya.

Pewarta/Editor : Haris
Foto : Haris

118 total views, 2 views today

author

Author: 

Leave a Reply