Pemkot Gorontalo Minta Bantuan Pemprov Bangun Infrastruktur

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kanan) memimpin rapat koordinasi antara Pemerintah Kota Gorontalo dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo bertempat di kediaman pribadi gubernur di kelurahan Moodu, Kota Gorontalo, Minggu (9/9/2018). Wali Kota Gorontalo Marten Taha mepaparkan sejumlah pembangunan infrastruktur perkotaan yang diharapkan dapat bersinergi dengan program pemprov. (Foto: Salman-Humas).

KOTA GORONTALO, Humas – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo meminta bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo untuk membangun sejumlah pembangunan infrastruktur di daerah. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Gorontalo Marten Taha pada rapat koordinasi yang dipimpin oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Minggu (9/9/2018).

Dalam rencana pemkot, ada sejumlah infrastruktur penting yang akan dibangun dan ditata ulang pada tahun anggaran 2019 di antaranya pembangunan air bersih, penatangaan jalan strategis, obyek wisata, pusat perdagangan dan lampu penerangan jalan.

Baca Juga :  ASN Pelayan Masyarakat Tidak Perlu Ikut Apel Pagi

Penataan jalan-jalan dalam kota, Pemkot menaksir butuh anggaran Rp54,3 Milyar, penataan drainase untuk penanggulangan banjir Rp11,2 Milyar, peningkatan kapasitas air bersih Rp20 Milyar serta penataan lampu penerangan jalan senilai Rp.28,8 Milyar.

“Untuk lampu penerangan jalan, berdasarkan hitung-hitungan kami setidaknya butuh 2.162 lampu agar Kota Gorontalo menjadi kota terang. Untuk menerangi 9 kecamatan kita butuh panjang jaringan sebesar 83.760 meter dengan taksiran anggaran mencapai Rp.28,8 Milyar,” beber Marten.

Marten berharap agar usulan-usulan tersebut dapat diakomodir melalui pembiayaan APBD Provinsi tahun 2019. Menurutnya, penataan Kota Gorontalo mendesak dilakukan karena menjadi potret wajah ibu kota provinsi.

Menanggapi permintaan tersebut, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berjanji akan mensinergikan dengan program dan anggaran pemprov. Meski begitu, pihaknya juga tidak bisa banyak membantu mengingat keterbatasan APBD provinsi yang hanya berkisar Rp1,8 – Rp2 Trilyun.

Baca Juga :  Kemendagri Dukung Dokumen Availability Payment KPBU RS Ainun

“Tidak mungkin dengan APBD sebesar itu bisa menyahuti semua keinginan masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota. Jadi pak Handoyo (kadis PU) saya tugaskan bersama kepala Bapppeda untuk kaji lagi mana yang urgen dan bisa kita akomodir dalam APBD 2019,” pinta Rusli.

Gubernur Gorontalo dua periode itu menilai penyediaan air bersih bagi warga kota saat ini mendesak untuk dilakukan. Ia menyarankan Pemkot untuk bekerjasama dengan Kerjasama Pemrintah Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan fasilitas air bersih perkotaan.

“Untuk air bersih itu bisa kita kerjasamakan dengan KPBU. Jadi PDAM tidak lagi mengurus air baku tapi fokus pada pelanggan dan pemasangan jaringan. Berapa kubik setiap bulan yang disuplai ke masyarakat maka itu yang dibayar ke swasta,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sekda Terima Kunjungan Silaturrahim Pengurus HMI Cabang Gorontalo

Rusli juga berpesan kepada pemerintah kota untuk sedapat mungkin menggunakan dana APBD kota Rp1 Trilyun lebih untuk belanja publik. Ia berharap pemda tidak menggunakan anggaran daerah untuk hal-hal yang kurang mendasar seperti perjalanan dinas dan belanja pegawai lainnya.

Pewarta: Isam

742 total views, 1 views today

Berita Terkait

Selama 2018 RS Ainun Operasi Katarak Gratis 252 Pa... Suasana operasi katarak yang berlangsung di Rumah Sakit dr. Hj. Hasri Ainun Habibie di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (1/12/2018). Seb...
Gubernur Gorontalo Resmikan Jembatan Masuru Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (dua kanan) didampingi istri Idah Syahidah (dua kiri) menandatangani prasasti jembatan Masuru di Kec. Kwandang, Kabu...
Usai Ditawarkan Ke Investor, Gubernur Tinjau Lagi ... Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (Tengah) Berfoto Bersama Kadis Kesehatan, Dokter dan Tenaga Honorer Di RS. Hasri Ainun Habibie, Usai Melakukan Penin...
Tags:
author

Author: