Masyarakat Lemito akui Program NKRI

Masyarakat Kecamatan Lemito Kabupaten Pohuwato mengakui, empat program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo benar-benar sudah dirasakan manfaatnya. Sejak digulirkan diawal pemerintahan Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim, masyarakat Lemito merasakan langsung program pendidikan gratis, kesehatan gratis, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi kerakyatan. Hal ini terungkap pada sosialisasi program Pemerintah Provinsi Gorontalo oleh Wagub Idris Rahim dihadapan ratusan warga Lemito yang berlangsung di halaman kantor Kecamatan Lemito, Senin (3/10).

“Yinduwo latiya wanu donggo hepo mayariya sikola wau onggosi lo meparakisa kesehatan masyarakat to Lemito,” tanya Idris kepada masyarakat yang hadir pada kesempatan itu terkait pelaksanaan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis. Mendapat pertanyaan seperti, secara spontan dan serentak masyarakat  menjawab “dilalo”, yang artinya mereka tidak lagi mengeluarkan biaya pendidikan putra-putrinya dan juga biaya untuk pemeriksaan dan perawatan kesehatan. Disektor infrastruktur, Wagub menuturkan, Pemerintah Provinsi Gorontalo konsen terhadap perbaikan ruas jalan Molosifat-Marisa yang secara bertahap sudah dikerjakan dan bisa dirasakan oleh masyarakat. “Hingga saat ini ruas jalan ini terus dikerjakan, meskipun ada penundaan anggaran oleh pemerintah pusat. Walaupun ada penundaan anggaran, kita tetap bersemangat melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Wagub.

Lebih lanjut Idris mengungkapkan, dibawah pemerintahan Rusli-Idris sejak tahun 2012 hingga 2016, anggaran yang dikucurkan Pemerintah Provinsi Gorontalo ke Kabupaten Pohuwato sudah mencapai 628 miliar rupiah. Sesuai dengan komitmen penganggaran yang Pro Rakyat yang diusung Gubernur Rusli Habibie dan Wagub Idris Rahim, kucuran anggaran ke Kabupaten Pohuwato difokuskan pada upaya peningkatan kualitas SDM melalui program pendidikan dan kesehatan gratis, pembangunan infrastruktur dasar masyarakat, serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Sosialisasi program kegiatan tersebut dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis, pasar murah, dan penyerahan sembako kepada kaum dhuafa. 350 paket sembako dengan harga normalnya 100 ribu rupiah, disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo sebesar 50 ribu rupiah. “Tapi hari ini, sisa harga sembako yang 50 ribu rupiah itu, akan saya dan pak Rusli subsidi, jadi semua gratis untuk masyarakat. Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik,” pungkas Idris.

280 total views, 1 views today

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply