KKIG Makassar Rekomendasikan Pembangunan KPBU RS Ainun Dilanjutkan

Ketua KKIG Makassar Rivai Jimmy Uno (kiri) menyerahkan rekomendasi dukungan untuk kelanjutan pembangunan RS Ainun kepada Wakil Ketua DPRD Hamid Kuna, Jumat (2/8/2019). Rekomendasi lahir usai pengurus dan warga KKIG Makassar mendengarkan paparan dari sejumlah tim ahli tentang bagaimana mekanisme dan manfaat pembangunan RS Ainun dengan skema KPBU. (Foto: istimewa).

Makassar, Humas – Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Makassar merekomendasikan agar pembangunan Rumah Sakit dr. Hj. Ainun Habibie (RS Ainun) melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dilanjutkan. Rekomendasi diserahkan oleh Ketua KKIG Makassar Rivai Jimmy Uno kepada Wakil Ketua DPRD Hamid Kuna, Jumat (2/8/2019).

Rekomendasi tersebut lahir setelah pengurus dan warga KKIG Makassar mendengarkan paparan dari Ketua Tim KPBU Aryanto Husain, Direktur RS Ainun dr. Yana Yanti Suleman dan Dr. Sutarjo Tui, SE, MM Ketua Prodi Pascasarjana Unismuh.

Baca Juga :  Wagub Lantik Pejabat Unit Non Struktural Lingkup Kesehatan

Pemateri lainnya yakni dr. Ramli Isa Kokoe, ahli manajemen rumah sakit sekaligus mantan dosen Unhas. Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim dipercaya untuk memberikan sambutan dan membuka diskusi yang digagas oleh KKIG Makassar itu.

“Kami di Makassar selalu berpikiran positif, bahwa apapun kebijakan yang diambil oleh Pemprov Gorontalo untuk kebaikan dan kemaslahatan masyarakat Gorontalo. Keyakinan kami bahwa pengembangan rumah sakit tersebut pasti untuk masyarakat Gorontalo,” ujar Ketua KKIG Makassar Rivai Uno.

Ada empat butir rekomendasi yang dilahirkan. Pertama, KKIG Makassar menilai pengembangan infrastruktur kesehatan yang memadai sebagai suatu hal yang mendesak. Kedua, mendukung pengembangan RSUD dengan pola KPBU. Ketiga, Mendesak DPRD Provinsi untuk menyetujui perjanjian kerjasama KPBU pembangunan RS Ainun. Keempat, bahwa masyarakat rantau KKIG Makassar sepaham dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mengembangkan RS Ainun dengan memanfaat KPBU sebagai sumber pendanaan infrastruktur.

Baca Juga :  Selama 2018 RS Ainun Operasi Katarak Gratis 252 Pasien

Sementara itu, Wakil Gubernur Goronralo Idris Rahim menjelaskan bahwa pembangunan RS Ainun dengan skema KPBU membutuhkan kesamaan persepsi dengan berbagai pihak. Oleh karena itu ia mengapresiasi acara diskusi yang menghadirkan para ahli di bidangnya.

“Untuk membangun rumah sakit Ainun ini kita sudah rapat dan sosialisasi 108 kali sampai dengan hari ini, tapi ada juga masyarakat yang belum mengerti. Skema KPBU ini memang pola baru, kita tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk bangun. Cukup sediakan lahan dan swasta yang bangun,” jelas Idris

Ia berharap sosialisasi dan diskusi semacam ini turus diintensifkan, entah diinisasi oleh pemerintah maupun oleh elemen-elemen masyarakat Gorontalo lain. Harapannya, masyarakat mendapatkan informasi yang baik dan benar serta mendukung pembangunannya demi untuk kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  RSUD Ainun Operasi 57 Pasien Katarak

Pewarta: Isam/Atha

304 total views, 7 views today

Berita Terkait

Kemendagri Dorong Daerah Minim APBD untuk Manfaatk... Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kanan) bersama para Bupati/Wali Kota se Gorontalo saat menghadiri Sosialisasi Permendagri No. 33 Tahun 2019 tentang...
Pembangunan RS Ainun Masuk Tahap Finalisasi Dokume... Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba (kanan) saat memberikan arahan pada Rapat Finalisasi Dokumen Lelang pembangunan Rumah Sakit Umum Da...
Pemerintah Pusat Bahas Revisi Regulasi Investasi K... Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki (tiga kiri) memaparkan tentang progres pembangunan infrastruktur RS Ainun Habibie dengan skema KP...
KPBU RS Ainun Segera Disetujui DPRD Provinsi Goron... Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris A Jusuf (tiga kiri) saat berdiskusi pada FGD Pembangunan KPBU RS Ainun yang digelar di Sari Ater Hotel and Resort...
Tags: