Ketahanan Nasional Provinsi Gorontalo Dikategorikan Cukup Tangguh

Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (duduk tengah) bersama peserta SSDN PPRA 58 Lemhanas RI usai kegiatan pelaporan hasik kajian ketahanan nasional Provinsi Gorontalo di gedung Lemhanas RI, Jakarta, Jumat (7/9). (Foto : Istimewa)

JAKARTA, Humas – Hasil pengukuran ketahanan nasional di Provinsi Gorontalo pada tahun 2018 berada pada angka 3,00 atau dikategorikan cukup tangguh. Angka ketahanan nasional ini meningkat jika dibandingkan dari tahun sebelumnya yang berada pada posisi 2,79. Hal ini terungkap pada pelaporan hasil Studi Strategi Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 58 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia yang digelar di gedung Lemhanas RI, Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Baca Juga :  Ketua TP.PKK : Hidupkan Minat Baca lewat Peringatan Bulan Literasi

Dari hasil kajian terhadap Asta Gatra atau delapan gatra yang dilakukan oleh peserta SSDN PPRA 58 Lemhanas di Provinsi Gorontalo, menunjukkan bahwa satu gatra yaitu gatra keadaan dan kekayaan alam, berada posisi kurang tangguh. Enam gatra yang terdiri dari gatra geografi, demografi, ideologi, ekonomi, politik, dan sosial budaya, hasilnya cukup tangguh. Sementara satu gatra lainnya yaitu gatra pertahanan keamanan, berada pada posisi tangguh.

Terkait laporan hasil SSDN PPRA 58 Lemhanas tersebut, Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim dalam sambutannya pada kesempatan itu mengatakan bahwa hasil kajian tersebut sangat bermanfaat bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam merumuskan perencanaan pembangunan ke depan.

Baca Juga :  Longki Luruskan Pernyataannya Soal Eksodus Warga Sulteng

“Kesimpulan dan saran berupa rekomendasi menyangkut delapan Gatra hasil kajian peserta SSDN Lemhanas, menjadi masukan bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk ditindaklanjuti dengan mengikutsertakan seluruh elemen masyarakat dan perguruan tinggi,” ujar Idris.

Sementara itu menanggapi gatra keadaaan dan kekayaan alam yang berada posisi kurang tangguh, Idris mengutarakan bahwa hal itu disebabkan oleh rusaknya taman nasional dan cagar alam yang diakibatkan oleh praktek-praktek illegal loging atau penebangan liar yang masih marak, serta pengelolaan sumber daya alam yang belum optimal. Wagub menuturkan, guna menanggulangi kerusakan alam tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menggagas kerja sama dengan TNI dan Polri untuk menjaga, melestarikan, dan menindak tegas setiap kegiatan illegal loging.

Baca Juga :  Gorontalo Akan Jadi Tuan Rumah Seminar MPTT Asia Tenggara

“Kami berupaya untuk terus melestarikan dan melakukan pengelolaan sumber daya alam secara optimal, sehingga ke depan ketahanan nasional di Provinsi Gorontalo akan naik menjadi kategori tangguh,” ucap Wagub Idris Rahim.

Kegiatan SSDN PPRA 58 Lemhanas RI di Provinsi Gorontalo berlangsung selama empat hari, dari tanggal 27 hingga 30 Agustus 2018. Selama berada di Provinsi Gorontalo peserta SSDN PPRA 58 yang berjumlah 25 orang, mengunjungi beberapa obyek antara lain Polda Gorontalo, Korem 133/Nani Wartabone, Universitas Negeri Gorontalo, kampung religi Bongo, serta melakukan dialog dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kota Gorontalo, dan Pemerintah Kabupaten Boalemo.

Pewarta : Haris

314 total views, 1 views today

author

Author: