Kepala RRI Gorontalo Sowan ke Gubernur

0
916
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kiri) menerima kedatangan Kepala Stasiun RRI Gorontalo yang baru Ahmad Bahar (dua kiri) dan jajarannya bertempat di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (13/4). (Foto: Salman-Humas).

Kepala Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo Ahmad Bahri menggelar silaturahmi ke Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertempat di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (13/4).

Selain untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru, kehadiran Bahar untuk menyampaikan beberapa program yang siap dikerjasamakan dengan pemerintah daerah.

“Selain untuk perkenalan diri, kami berniat untuk melakukan sinergi yang lebih optimal lagi dengan pemerintah Provinsi Gorontalo,” kata Bahar usai tatap muka.

Lebih lanjut Bahar mengungkapkan, sebagai sebuah lembaga publik RRI mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk memberikan informasi, pendidikan dan hiburan kepada masyarakat. Terlebih, saat ini RRI Gorontalo sudah beralih status menjadi Satuan Kerja (Satker) tipe B.

“RRI Gorontalo juga sudah mempunyai programa 4 (Pro4) yang khusus ditujukan untuk informasi budaya. Ini diharapkan bisa menjadi media bagi warga Gorontalo untuk mendengarkan program program budaya Indonesia dan Gorontalo di frekuensi 95,1 FM,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyambut baik kehadiran Ahmad Bahar sebagai Kepsta RRI Gorontalo yang baru. Rusli menilai RRI masih menjadi media elektronik pilihan nomor satu warga Gorontalo dalam mengakses berbagai informasi di daerah.

“Oleh karena itu perbanyak dan tingkatkan terus kualitas siaran RRI. Bantu kami untuk menyebarluaskan informasi pemerintahan dan pembangunan di daerah,” kata Rusli.

Sebagaimana diketahui, Serah terima jabatan kepala RRI Gorontalo berlangsung Senin, (9/4) kemarin. Ahmad Bahar sebelumnya menjabat sebagai Kepala RRI Mataram, sementara kepala RRI Gorontalo lama Muhammad Lahar dimutasi menjadi Kepala RRI Ternate.

Artikel Terkait  Instansi Vertikal dan Swasta Dihimbau Pakai “Upia Karanji”

Pewarta/editor: Isam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini