Jelang Idul Fitri, Harga Sembako di Gorontalo Stabil

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kiri) menyapa pedagang rempah-rempah di Pasar Kamis Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (14/6/2018). Kehadiran gubernur didampingi Ketua TP PKK Idah Syahidah dan pimpinan OPD untuk memastikan harga sembako di pasaran stabil jelang hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah. (Foto: Salman-Humas).

BONEBOL, Humas – Sehari jelang hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, sejumlah harga kebutuhan bahan pokok terpantau stabil. Hal itu sebagaimana diperoleh dari hasil kunjungan lapangan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Pasar Kamis kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (14/6/2018).

Rusli yang datang didampingi Ketua TP PKK Idah Syahidah dan sejumlah pimpinan OPD ikut berinteraksi dengan para pedagang dan pembeli. Rusli ingin memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan dapat dijangkau oleh masyarakat.

Baca Juga :  Wagub Gorontalo : Kinerja Bank SulutGo, Bagus

Untuk harga cabe rawit misalnya, saat ini dijual dengan harga Rp.60.000 per kilogram. Bawang merah dan bawah putih Rp.35.000/kg, daging sapi Rp.120.000/kg dan telur ayam Rp.1.500,- per butir.

“Alhamdulillah setelah saya cek tadi, semua harga-harga stabil. Ada yang naik ada yang turut tapi tidak signifikan, ya biasalah hukum pasar. Terpenting tidak ada lonjakan harga yang tinggi, apalagi sekarang mau lebaran Idul Fitri,” kata Rusli Habibie usai turun lapangan.

Gubernur dua periode itu menyebut stabilnya harga di pasaran salah satunya disumbang oleh operasi pasar murah yang rutin digelar oleh pemerintah provinsi di kabupaten/kota. Pengawasan terhadap stok dan distribusi pangan yang dilakukan oleh berbagai pihak juga sangat berperan penting.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (dua kiri) didampingi ibu Ketua TP PKK Idah Syahidah (kiri) berbincang dengan pedagang rempah rempah di Pasar Kamis Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (14/6/2018). Harga cabe rawit di pasar tersebut dijual Rp.60.000 per kilo. Bawang putih dan bawang merah Rp.35.000 per kilo serta tomat Rp.15.000 per kilo. (Foto: Salman-Humas).

“Kita rutin menggelar operasi pasar murah di semua daerah. Selama Safari Ramadan kemarin misalnya, kita mengisi kegiatan dengan pasar murah. Ada juga pasar ikan murah yang kita jual pada masyarakat khususnya yang kurang mampu,” jelas mantan Bupati Gorontalo Utara itu.

Baca Juga :  Lima Daerah WTP, BPKP RI Puji Gubernur Gorontalo

Sejak Januari hingga pertengahan Juni 2018, Pemprov Gorontalo sudah menggelar 33 kali operasi pasar se Gorontalo. Operasi itu sudah menelan anggaran 600 Juta Rupiah untuk mensubsidi kebutuhan pokok bagi warga.

Sementara itu, berdasarkan pantauan harga dari Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) tertanggal 13 Juni 2018, sejumlah kebutuhan pokok nampak stabil. Beras IR-64 per liternya dijual dikisaran harga Rp.7500,- s/d Rp.9000,-. Pandan wangi antara Rp.10.000 s/d Rp.11.000,-.

Gula pasir dijual kisaran harga Rp.12.500 s/d Rp.14.000. Minyak goreng Bimoli 1000ml seharga Rp.16.000 s/d Rp.17.000. Minyak goreng curah Rp.12.500 s/d Rp.13.000.

Harga daging sapi murni perkilogramnya berkisar pada harga Rp.110.000 s/d Rp.120.000. Daging ayam broiler Rp.60.000 s/d Rp.70.000 serta daging ayam kampung berkisar antara Rp.120.000 s/d Rp. 125.000 perkilogram.

Baca Juga :  Wagub Gorontalo Canangkan Gerakan Pemulihan Terumbu Karang

Pewarta: Isam

234 total views, 2 views today

author

Author: