Jalan Utama dan Pasar Sentral Disemprot Disinfektan

0
316
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kaos putih) menyemprotkan cairan disinfektan dari mobil tangki milik PMI Provinsi Gorontalo, Sabtu (28/3/2020). Sejumlah jalan protokol dan fasilitas publik disterilkan untuk mencegah penularan virus corona. (Foto: Isam-Humas).

KOTA GORONTALO, Humas – Sejumlah jalan utama dan pasar sentral di Kota Gorontalo disemprot dengan cairan disinfektan, Sabtu (28/3/2020). Penyemprotan menggunakan dua unit mobil dari pemadam kebaran, Dinas Satpol PP dan mobil tangki milik PMI Provinsi Gorontalo.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Sekretaris Daerah Darda Daraba juga turun langsung melakukan penyemprotan. Sterilisasi ini diharapkan dapat mencegah sejumlah fasilitas publik dari penyebaran virus corona.

Penyemprotan diawali dari Rumah Dinas Gubernur dan mengitari lapangan Taruna Remaja. Petugas menyisir jalan Pandjaitan hingga ke kampus UNG, jalan Sudirman hingga RRI Gorontalo, jalan Sam Ratulangi hingga ke pasar sentral. Kompleks pertokoan juga tidak luput dari penyemprotan disinfektan.

“Ini kita lakukan untuk pencegahan. Tentu saja tidak bisa menjangkau semua daerah, butuh peran dari pemerintah kabupaten kota dan masyarakat di lingkungannya masing-masing untuk melakukan hal yang sama,” jelas Gubernur Rusli.

Gubernur Rusli menilai kondisi Gorontalo yang masih nol persen kasus positif corona butuh peran aktif masyarakat. Pihaknya bersama unsur Forkopimda berkomitmen untuk menjaga daerah dari penularan virus corona.

“Saya berusaha insyaallah tidak ada masyarakat saya yang terkena virus ini. Saya harapkan kita bergandengan tangan untuk mencegah dan menangani virus corona,” pintanya.

Gubernur Rusli juga mengimbau kepada warga Gorontalo di luar daerah untuk tidak pulang mudik ke Gorontalo. Pihaknya juga meminta dinas terkait untuk menggelar rapat bersama terkait dengan larangan warga negara asing untuk tidak lagi masuk ke Gorontalo dengan alasan apapun.

Artikel Terkait  Gubernur Gorontalo Ikut Musrenbangnas RPJMN 2020-2024

Data Dinas Kesehatan per tanggal 27 Maret 2020, ada 710 berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dari jumlah itu, 597 dalam pemantauan dan 113 selesai dipantau. Warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) totalnya 21 orang, 10 dalam perawatan dan sisanya 11 orang dinyatakan negatif corona.

Pewarta: Isam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini