Jalan GORR Mulai Dimanfaatkan, Ini Komentar Warga

0
449
Muhid, salah satu pengguna jalan GORR saat diwawancarai sejumlah awak media, Kamis (3/1/2019). Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, IAIN Sultan Amai tersebut menilai jalan GORR sangat efektif untuk menghindari kemacetan dan mempersingkat waktu tempuh dari Kota Gorontalo ke Bandara Djalaluddin dan sebaliknya. (Foto: Salman-Humas).

KABUPATEN GORONTALO, Humas – Jalan Gorontalo Outer Ring Road atau GORR sejak beberapa bulan terkahir mulai dimanfaatkan warga Gorontalo sebagai sarana transportasi. Meskipun belum diresmikan karena ada beberapa titik yang belum tersambung, namun jalan tersebut dipandang efektif untuk menghindari macet dari arah Kota Gorontalo ke Kabupaten Gorontalo maupun sebaliknya.

“Kami apresiasi karena sudah terbentuk jalan alternatif. Saya sudah kurang lebih 3 bulan lewat sini, saya sudah lupa jalan di Limboto (jalan utama) karena di sini lebih cepat dan lebih lancar. Mungkin ada beberapa titik yang bergelombang yang harus diperbaiki,” Kata Muhid, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis IAIN yang diwawancarai, Kamis (3/1/2019).

Meski sudah cukup fungsional, Muhid menilai jalan yang menghubungkan dua kabupaten dan satu kota itu perlu pembenahan. Terutama jalanan yang masih bergelombang karena membelah perbukitan.

“Perlu ada pembenahan karena masih ada yang bergelombang. Kita jangan terlalu puas sebelum ada peningkatan (kualitas jalan),” sambungnya.

Hal senada diungkapkan Ucung, Pengemudi mobil truk yang memanfaatkan jalan GORR untuk distribusi barang. Menurutnya jalan GORR cukup efektif menghindari kemacetan.

“Selalu saya lewat sini. Di seblah jalannya macet, kalau di sini tidak dan jaraknya lebih cepat,” ujarnya.

Terkait dengan kelanjutan pembangunan proyek strategis nasional itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memastikan akan terus berlanjut di tahun 2019. Pekerjaan difokuskan pada pengaspalan 3,5 KM ruas jalan, pemasangan box culvert dan pekerjaan beberapa jembatan.

Artikel Terkait  Kementan Sukses Stop Impor Jagung 3,5 Juta Ton

Jalan GORR mulai dikerjakan tanggal 6 Desember 2014 yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden RI Joko Widodo. Jalan sepanjang lebih kurang 31 KM tersebut selain menghubungan Bandara Djalaluddin dan Pelabuhan Gorontalo, juga menghubungkan Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo.

Pewarta: Isam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini