ITK Gorontalo Triwulan II-2019 Meningkat Jadi 126,64

0
131
Suasana rapat press release berita resmi BPS Provinsi Gorontalo, terkait Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo dan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan II-2019, yang berlangsung diruang Vicon BPS, Senin,(5/8/2019).

 

Kota Gorontalo, Humas – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat bahwa Indeks Tendensi Konsumen (ITK) atau indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini Provinsi Gorontalo triwulan II tahun 2019 meningkat dari triwulan sebelumnya. Jika triwulan sebelumnya ITK Gorontalo berkisar 105,63 maka triwulan kedua ini naik menjadi 125,64.

“Hal itu tercermin dari nilai Indeks Tendensi Konsumen yang bernilai di atas 100. Tingkat optimisme konsumen pada triwulan inipun lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya,” ungkap Kepala BPS Provinsi Gorontalo Herum Fajarwati saat memimpin rapat terkait press release berita resmi BPS Provinsi Gorontalo, yang berlangsung diruang Vicon BPS, Senin,(5/8/2019).

Salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya optimisme konsumen pada triwulan II-2019 adalah faktor musiman, di mana pada triwulan ini bertepatan dengan adanya Bulan Ramadhan, hari raya Idulfitri, dan musim liburan sekolah.

Bulan Ramadhan dan hari raya Idulfitri dua perayaan yang mampu meningkatkan pola konsumsi masyarakat Gorontalo secara signifikan karena sebagian besar penduduknya merupakan muslim. Kondisi tersebut tercermin dari tingginya indeks konumsi rungah tangga pada triwulan ini yang sebesar 123,01, jauh lebih optimis dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 108,02.

“Jika ditinjau berdasarkan variable pembentuknya, maka ITK Triwulan II terbentuk dari Indeks Pendapatan Rumah Tangga (128,61), Indeks Pengaruh Inflasi terhadap Total Konsumsi Rumah Tangga (122,12) dan Indeks volume konsumen barang/jasa (123,01),” imbuhnya.

Artikel Terkait  Penerima Bantuan Ayam KUR Capai 681 Kelompok

Herum memprediksi ITK Provinsi Gorontalo pada triwulan III-2019 akan kembali turun di kisaran 96,75 persen. Rendahnya ITK triwulan III itu diprediksi didorong oleh rendahnya nilai pada dua indeks penyusunnya, yaitu indek pendapatan mendatang (98,65) dan indeks pembelian barang tahan lama (93,43).

Pewarta : Echin

Editor : Isham

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini