Idah Syahidah Resmi Pensiun Sebagai ASN

Idah Syahidah dalam suatu kesempatan mendampingi suami untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Boalemo. Idah yang tercatat sebagai ASN Provinsi resmi mengundurkan diri sebagai ASN pada November kemarin. Foto dok. Humas.

Isteri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Idah Syahidah resmi mengundurkan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintah Provinsi Gorontalo. Keputusan pensiun ketua Tim Penggerak PKK itu dikonfirmasi langsung oleh gubernur, Jumat (15/12).

“Salam hangat juga dari ibu Idah kepada semua ASN, bahwa terhitung mulai bulan November kemarin ibu resmi pensiun. Tadi saya kaget juga, loh ibu nggak ikut apel? Kata ibu, kan saya sudah pensiun,” beber Rusli.

Keputusan Idah untuk pensiun dini cukup mengejutkan di kalangan ASN pemprov. Pasalnya perempuan kelahiran solo 11 Maret 1964 itu baru menginjak usia 53 tahun. Meskipun tidak menduduki jabatan strategis di pemerintahan, tenaga Idah di birokrasi masih sangat dibutuhkan.

Baca Juga :  Provinsi Gorontalo Jajaki Kerjasama dengan DKI Jakarta

Sejak pidah ke provinsi pada 2012 lalu, Idah memang tidak pernah diberi jabatan apapun di pemerintahan. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari konflik kepentingan antara dirinya dengan sang suami sebagai gubernur. Idah hanya dipercayakan memimpin Tim Penggerak PKK, jabatan yang melekat sebagai isteri gubernur.

Pangkat Idah berhenti di Pembina dengan golongan/ruang IVa. Ia tercatat sebagai staf di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan anak.

Sementara itu, Dihubungi terpisah Idah Syahidah membenarkan perihal pensiun dini. Idah secara blak-blakan mengungkapkan keputusannya pensiun karena ingin fokus mengabdikan diri melalui jalur politik.

“Benar bahwa saya sudah pensiun. Saya mengajukan pensiun dini karena saya mau maju ke DPR RI. Saya seorang PNS tentunya harus punya partai dan harus berkoban di salah satu,” terang Idah, Minggu (17/12).

Baca Juga :  Futsal Gorontalo Raih Emas Pornas KORPRI ke-XIV

Idah juga merasa bersyukur permohonan pensiun dini sudah disetujui oleh BKN. Hal itu membuat Ketua Kwarda Pramuka itu bisa fokus mengurusi berbagai organisasi sosial yang ia pimpin. Termasuk mendampingi suami mengurus rumah tangga serta urusan pemerintahan.

“Yaa Alhamdulillah sekarang lebih banyak waktu saya di rumah memantau perkembangan anak-anak termasuk mengurusi kebutuhan suami. Untuk urusan organisasi dan kemasyarakatan saya masih aktif dan insya Allah akan memberi yang terbaik untuk rakyat Gorontalo,” sambung Ketua Dekranasda itu.

Nama Idah Syahidah selama beberapa bulan terakhir memang sudah nyaring dibicarakan berkiprah di DPR RI pada Pemilu 2019. Rusli Habibie sebagai ketua Partai Golkar juga sudah memberi lampu hijau untuk mengusung Idah dari partai yang ia pimpin.

Baca Juga :  Pangdam XIII Merdeka Pimpin Sertijab Danbrigif 22/Ota Manasa

“Saya sampaikan ke ibu, kalau mau jadi anggota DPR RI syaratnya ada tiga. Pertama harus punya partai. Kedua jika sudah terpilih harus banyak turun ke lapangan melihat langsung kondisi masyarakat. Jangan sudah terpilih tinggal di Jakarta tidak kembali lagi. Ketiga, jika sudah terpilih jangan pernah ikut suksesi pemilihan bupati/walikota apalagi pemilihan gubernur. Itu sama saja menghianati suara rakyat,” jelas Rusli dalam beberap kesempatan.

Pewarta/editor : Isam

Foto : Dok. Humas

396 total views, 1 views today

author

Author: