Idah Syahidah Bantu Gorontalo Datangkan 5.000 Reagen Kit

0
7212
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah) didampingi anggota Komisi VIII DPR RI Idah Syahidah (kiri) dan Jubir Gugus Tugas Covid-19 dr. Triyanto Bialangi, M.Kes (kanan) saat memberikan keterangan pers, Jumat (1/5/2020). Gubernur Rusli berterima kasih kepada Idah Syahidah yang sudah membantu mengupayakan 5.000 reagen kit dari BNPB untuk uji swab di laboratorium BPOM Gorontalo. (Foto: Salman-Humas).

KOTA GORONTALO, Humas – Anggota DPR RI Dapil Gorontalo Idah Syahidah berkontribusi aktif untuk pencegahan dan penanganan covid-19 di daerah. Anggota Komisi VIII itu mengupayakan 5.000 reagen kit dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Reagen kit kita butuhkan untuk pemeriksaan swab di laboratorium BPOM. Kita minta 2.000 langsung ke ibu Idah karena salah satu Deputi di BNPB itu teman kuliahnya ibu Idah waktu di Bandung. BNPB juga menjadi mitra komisi VIII (salah satunya masalah bencana alam),” ujar Gubernur Rusli Habibie saat Konferensi Pers di Posko Gugus Tugas Covid-19, Jumat (1/5/2020).

Gubernur Rusli menjelaskan, pemeriksaan swab atau PCR di BPOM beberapa hari terakhir terhenti. Petugas kehabisan reagen kit yang biasa digunakan dalam pengujian. Alat ini menjadi sulit dibeli karena setiap negara bahkan daerah berebut untuk mendapatkannya.

“Kita minta 2.000 tapi dari BNPB ngirimnya 5.000. Terima kasih Ibu Idah. Beliau ini siang malam turun ke desa-desa memberi bantuan sembako. Tiap hari juga memberi makanan siap saji, kepada tenaga kesehatan termasuk masker,” puji Rusli kepada istrinya itu.

Saat ini proses pengiriman reagen kit terkendala penerbangan pesawat. Selain tidak ada lagi penerbangan dari dan ke Gorontalo, alat itu tidak bisa terlalu lama di suhu panas.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 dr. Triyanto Bialangi, M.Kes menjelaskan, meski laboratorium BPOM berhenti beroperasi sementara, namun Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap melanjutkan proses deteksi pasien yang terindikasi tertular virus corona.

Artikel Terkait  PLTG Paguat, Program Pembangkit Listrik  35 ribu MW Pertama Beroperasi.

Caranya dengan mengirimkan spesimen ke Badan Litbangkes Kemenkes RI di Jakarta. Hingga Jumat ini, ada 129 spesimen yang sudah dikirim dan menunggu hasilnya.

Kita tidak mengirim ke Makassar karena tidak ada lagi penerbangan ke sana. Makanya spesimen yang ada kita kirim melalui Bandara Sam Ratulangi Manado ke Balitbangkes Kemenkes di Jakarta,” pungkasnya.

Pewarta: Isam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini