Gubernur Temui Pejabat Kemenhub, Bahas Embarkasi dan Bentor

GORONTALO – Keseriusan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk memajukan Provinsi Gorontalo terus dibuktikan. Jika sebelumnya Gubernur menemui langsung Menteri Bappenas untuk memperjuangkan beberapa proyek strategis Gorontalo menjadi proyek nasional, kali ini Rusli menemui pejabat terkait di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk membahas embarkasi haji penuh di Gorontalo dan juga memperjuangkan alat transportasi Gorontalo Becak Motor (Bentor) untuk menjadi alat transportasi resmi.

” Pertemuan dengan Kementerian Perhubungan banyak yang kita bahas, salah satunya mengenai embarkasi haji penuh dan alhmdulillah kemarin pemerintah telah menyerahkan aset lahan seluas 81,15 hektar dibandar. Ini kita lakukan untuk meminta bandaranya diperpanjang dari 2500 menjadi 3000m, juga lebarnya bisa diperluas dan fasilitas lainnya. Ini untuk mewujudkan embarkasi haji penuh,” ungkap Rusli dalam sebuh wawancara ,  Rabu (13/7).

Rusli menambahkan selain memperjuangkan embarkasi haji penuh, ia juga sedang berusaha agar Bentor sebagai alat transportasi daerah menjadi alat transportasi resmi.

Rusli mengakui upaya untuk menjadikan bentor sebagai alat angkutan resmi sangat rumit, mengingat UU tentang lalu lintas dan angkutan jalan, dimana motor tidak dihitung sebagai alat angkutan.

“Ini yang akan menjadi kendala, kita akan merubah UU. Tapi saya sudah katakan pada Kemenhub bahwa kurang lebih sudah ada 20 ribu bentor yang beroperasi di Provinsi Gorontalo sebagai mata pencaharian masyarakat Gorontalo, jadi bentor ini tidak bisa dihilangkan.” kata Rusli.

Namun Rusli tetap optimis, meskipun sulit tapi Kemenhub RI menyetujui tentang hal ini. Pihak mereka bahkan mencarikan solusi untuk mengupayakan  revisi perubahan UU lalu lintas mengenai kenderaan motor tersebut.

“Nah janji Kemenhub ini yang akan terus kita kawal untuk merevisi perubahan UU, tapi pihak mereka menyampaikan ada beberapa syarat penting untuk bentor sebagai angkutan resmi. Diantaranya, penggunanya harus menggunakan helm standar, penumpang tidak bisa lebih dari 3 orang, temasuk juga untuk keselamatan akan kita tingkatkan,” tambahnya.

Sebelum mengakhiri wawancara, Rusli memastikan semua yang dibahas dengan Kemenhub RI ini akan diwujudkan tahun depan, termasuk untuk pelebaran dermaga anggrek yang ketambahan lagi 100 M.

Pelabuhan anggrek nantinya akan menjadi pelabuhan kontener, juga terus diupayakan segera untuk pembangunan bandar udara Pohuwato yang diprediksi tahun depan akan  masuk di APBN.

Pewarta : Ecin

Foto        : Salman

Editor.    :   Asriani

142 total views, 2 views today

author

Author: 

Leave a Reply