Dispar Mulai Siapkan Kalender Pariwisata Ramadan dan Lebaran

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kanan) bersama pimpinan OPD, mendengarkan pemaparan kesiapan pelaksanaan event pariwisata di akhir Ramadan dan Lebaran Idul Fitri oleh Dinas Pariwisata, Selasa (29/5/2018). Ada empat agenda pariwisata yang akan dilaksanakan yakni Festival Beduk, Festival Tumbilotohe, Gebyar Ketupat dan Pacuan Kuda. (Foto: Salman-Humas).

KOTA GORONTALO, Humas – Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo mulai menyiapkan empat agenda penting pariwisata pada akhir Ramadan ini dan lebaran nanti. Empat agenda itu masuk dalam 17 Kalender Pariwisata Gorontalo tahun 2018 yakni Festival Beduk Takbiran dan Festival Tumbilotohe. Ada pula Gebyar Ketupat serta Lomba Karapan Sapi, Kuda Gerobak dan Pacuan Kuda.

“Untuk Festival Beduk kami akan gelar tanggal 6-8 Juni bertempat di Lapangan Taruna Remaja. Lomba ini akan diikuti oleh peserta umum, pelajar, dan perwakilan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemprov,” kata Kadis Pariwisata Nancy Lahay saat memaparkan kesiapan acara kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Selasa (29/5/2018).

Baca Juga :  Festival Boalemo Bisa Tingkatkan Sektor Perekonomian Masyarakat

Festival Tumbilatohe atau malam pasang lampu menjadi salah satu magnet yang paling banyak mengundang wisatawan domestik. Festival ini akan digelar mulai tanggal 10 Juni nanti dengan mengambil 6 titik lokasi.

Di samping itu, pemerintah kabupaten/kota diminta menyiapkan lokasi khusus pemasangan lampu tradisional untuk dilombakan. Dispar Provinsi menanggung biaya untuk penyediaan minyak tanah sebanyak 15 Ribu Liter untuk semua daerah.

“Untuk lokasi yang disiapkan pemprov ada enam titik di antaranya di Jembatan Talumolo, di lapangan IPPOT Tapa, Pendaratan Soekarno  di Iluta, Kanal Tamalate-Bone dan di Isimu kompleks pertigaan Birmob,” imbuh Nancy.

Dua event pariwisata Gorontalo lainnya nanti akan digelar seminggu usai lebaran Idul Fitri, tepatnya saat lebaran ketupat.

Baca Juga :  Forum PRB Gorontalo Resmi Dikukuhkan

Pada Festival Ketupat akan ada parade makanan terpanjang dari patung ketupat Isimu hingga lokasi pacuan kuda. Makanan itu nantinya bisa dicicipi oleh pengguna jalan yang sedang merayakan lebaran ketupat di lokasi.

Di lokasi yang sama ada dilangsungkan juga lomba Karapan Sapi, Kuda Gerobak dan Pacuan Kuda. Lomba tahunan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Jawa Tondano menjadi salah satu acara yang paling banyak diminta warga.

Pewarta/editor: Isam

402 total views, 1 views today

author

Author: