Dishub Gorontalo Tertarik Adopsi Aplikasi Dishub NTB

Kadis Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Ngandro (tiga kiri) berkunjung ke Dinas Perhubungan NTB, Kamis (7/3). Kehadiran Jamal diterima langsung oleh Kadishub NTB Lalu Bayu Windya (empat kanan). Jamal datang untuk belajar tentang tata kelola transportasi salah satunya pengelolaan aplikasi “Pelor Mas” milik Dishub NTB. (Foto: Istimewa)

Forum Rapat Koordinasi Teknis Nasional (Rakorteknas) Pembangunan Regional II di Mataram, Nusa Tenggara Barat dipergunakan sebaik-sebaiknya oleh OPD Pemprov Gorontalo. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan.

Di sela-sela waktu luang, Kadis Perhubungan (Kadishub) Provinsi Gorontalo Jamal Ngandro dan jajaran berkesempatan untuk studi komparasi ke Dinas Perhubungan NTB, Kamis (7/3). Kedatangan Jamal diterima oleh Kadishub NTB Lalu Bayu Windya di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Pemprov Gorontalo Hibah 10 Milyar Untuk SPN Batudaa

Banyak hal positif yang dipelajari, salah satunya mengenai penerapan aplikasi “Pelor Mas” (Pelaporan Berbasis Online Berbasis Masyarakat). Aplikasi itu memuat laporan dan keluhan masyarakat terkait dengan transportasi dan layanan lalu lintas di NTB. Rekapan hasil laporan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dalam Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) setempat.

“Aduan selanjutnya dibahas dan diselesaikan melalui Forum LLAJ yang beranggotakan Dishub, Ditlantas Polda, Dinas PU, Organda, akademis, Majelis Adat dan beberapa elemen masyarakat lainnya,” terang Jamal.

Jamal tertarik dengan aplikasi itu dan ingin mengembangkannya di Gorontalo. Sebaliknya, pihaknya juga berbagi tentang pentaan transportasi yang belum diterapkan di NTB. Seperti penataan angkutan sewa khusus/taksi online yang mulai akan diterapkan di Gorontalo.

Baca Juga :  Pengembangan Pariwisata Kawasan Teluk Tomini Harus Komprehensif

“Kami juga berbagi soal penataan angkutan barang khusus. Alhamdulillah Gorontalo sudah punya Perda No 73 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang Khusus (Kontainer dan Mobil Tangki). Ada juga SK Gubernur No 39 thn 2018 tentang Wilayah Operasi dan Kuota Angkutan Sewa Khusus dimana hal-hal tersebut belum diatur di NTB,” imbuh mantan Karo P2E itu.

Kunjungan tersebut berakhir dengan keliling melihat situasi kantor. Lalu Bayu menyampaikan keinginan untuk melakukan kunjungan kerja balasan untuk melihat langsung tata kelola transportasi di Gorontalo.

Pewarta/editor : Isam

583 total views, 1 views today

author

Author: