Cegah Korupsi Sejak Dini, KPK Libatkan Ibu-Ibu

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kedua kiri) bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Irjen Pol. (Purn) Basaria Panjaitan (ketiga kanan) saat menghadiri sosialisasi “Saya Perempuan Anti Korupsi” (SPAK), di gedung Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo, Kamis (8/11/2018). (foto : Salman – Humas)

Kota Gorontalo, Humas –  Peran ibu-ibu rumah tangga sangat penting dalam pencegahan korupsi sejak dini. Hal ini dikemukakan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Irjen Pol. (Purn) Basaria Panjaitan  (KPK) di depan ratusan ibu- ibu Dharma Wanita Persatuan provinsi dan kabupaten/kota se Provinsi  Gorontalo peserta sosialisasi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), di gedung Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo, Kamis (8/11/2018).

Baca Juga :  Jelang Pelantikan, Gubernur Gorontalo Bina Pejabat Eselon III-IV

“ Hasil kajian KPK menyatakan, pendidikan yang diterima oleh seorang anak di rumah, 80 persen diterima dari seorang ibu, 20 persennya lagi bisa dari bapak, dari teman, dan dari lingkungan, ungkap Basaria.

Mantan Polwan bintang dua ini menjelaskan, dari sekitar  258 juta penduduk Indonesia, kurang lebih 127 juta adalah perempuan. Jumlah ini diharapkan jadi agen agen perubahan.

“ Kita punya pemikiran, andai semua perempuan kita gerakkan untuk mencegah korupsi, rasanya korupsi tak perlu ada di Indonesia,” tegas Basaria.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang didampingi oleh Ketua TP.PKK Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah yang juga merupakan anggota SPAK mengatakan, bersyukur dengan dipilihnya Provinsi Gorontalo  sebagai tempat pelaksanaan sosialisasi SPAK  dan melibatkan ibu-ibu dalam kegiatan ini.

Baca Juga :  Aksi Bersih Kanal Tamalate Libatkan TNI Dan Masyarakat

“ Saya berharap ibu-ibu mendapatkan ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan mulai dari diri sendiri, di lingkungan keluarga maupun di lingkungan kerja,” jelas Rusli.

Gubernur tak lupa mengingatkan agar kesempatan yang sangat berharga ini dimaksimalkan untuk bertanya dan memberikan usul , agar tujuan dari kegiatan ini terlaksana dengan baik dan menjadi acuan pedoman hidup kita di masing masing instansi.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kiri) berbincang bincang bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Irjen Pol. (Purn) Basaria Panjaitan. Basaria Panjaitan menjadi nara sumber pada sosialisasi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK), di gedung Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo, Kamis (8/11/2018). (foto : Salman – Humas)

Ketua panitia kegiatan yang juga merupakan Ketua Dharma Wanita Provinsi Gorontalo, Nurindah Rahim, menjelaskan tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya peran perempuan dalam mencegah korupsi, sekaligus menjaga norma bangsa untuk mewujudkan revolusi mental yang sesungguhnya, dengan menjadikan perempuan sebagai titik awal pendidikan nilai-nilai anti korupsi di lingkungan keluarga.

Baca Juga :  Kumperindag Bahas Hambatan Peningkatan Ekspor Produk UKM

“Ini merupakan tindak lanjut keikutsertaan dharma wanita pada seminar nasional SPAK yang dilaksanakan pada tahun 2017 yang merupakan kerjasama antara dharma wanita pusat dan KPK RI,” kata Nurindah.

Kegiatan sosialisasi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) diikuti 750 orang peserta yang terdiri dari TP. PKK provinsi , kab/kota, persatuan istri anggota DPRD provinsi dan kab/kota, Bhayangkari Polda, Ikatan Adhyaksa Dharma Karini, Dharma Yukti Karini , Persit Kartika Chandarakirana 133 Nani Wartabone, Jalasenastri, IKKT, Dharma Wanita Provinsi dan lingkup vertical, perguruan tinggi, BKOW, oraganisasi wanita ,unsur polwan,  Kaukus perempuan, Ombudsman Provinsi Gorontalo, pengelola keuangan dan agen SPAK.

Pewarta : Asriani

202 total views, 1 views today

author

Author: