Calon Sekdaprov Gorontalo: Darda Tertua, Budiyanto Termuda

Tujuh calon Sekdaprov Gorontalo. Dari kiri ke kanan: Darda Daraba (Kementrian PUPR), Syukri J. Botutihe (Kadis Kominfo dan Statistik), Jamal Nganro (Kadis Perhubungan, Budiyanto Sidiki (Kepala Bapppeda), Yosef P. Koton (Kadis Arsip dan Perpustakaan), Ishak Ntoma (Sekda Bone Bolango), Ani Hasan (Akademisi UNG). (Foto: Salman-Humas).

KOTA GORONTALO, Humas – Seleksi calon Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Gorontalo sudah memasuki babak akhir. Tujuh nama sudah menjalani serangkaian tes ujian penulisan makalah dan wawancara pada Kamis, (19/7/2018).

Selanjutnya akan disaring tiga nama terbaik untuk diusulkan ke Kementrian Dalam Negeri. Usulan Kemendagri diteruskan ke Presiden RI Joko Widodo untuk ditetapkan salah satu di antaranya.

Menarik menyimak profil ketujuh calon Sekda tersebut. Jika dirunut berdasarkan usia, maka Darda Daraba (55), Sekretaris Badan Pengaturan Jalan Tol-Kementrian PUPR menjadi calon tertua pada seleksi kali ini. Sebaliknya, Kepala Bapppeda Budiyanto Sidiki (44) menjadi calon termuda.

Baca Juga :  Gubernur Gorontalo Minta BUMDes Sanggup Penuhi Pangan BPNT-D

Dr. Ir. Darda Daraba, M.Si lahir tanggal 23 Agustus 1962. Darda bukan orang asing di Pemprov Gorontalo sebab ia pernah menjabat sebagai Kadis PU sebelum kembali ke Kementrian PUPR sekitar tahun 2015.

Sementara itu, Budiyanto Sidiki, S.Sos, M.Si lahir di Gorontalo, 11 Maret 1974. Meski memiliki usia yang relatif muda, alumni IPDN tahun 1995 itu sudah malang melintang di Birokrasi Gorontalo yang saat itu masih berada dalam naungan Provinsi Sulawesi Utara.

Data Sistem Kepegawaian (Simpeg) Pemprov Gorontalo menyebutkan, Budi pernah menjadi Lurah Dembe I Kecamatan Kota Barat tahun 1999, Sekretaris Camat (Sekcam) Kota Barat tahun 2000 serta Sekcam Kota Selatan tahun 2001.

Baca Juga :  DPRD Beri Predikat Sangat Baik LKPJ Gubernur Gorontalo

Karir Budi mulai menanjak saat dipercaya sebagai Kabag Pemerintahan Pemda Gorontalo Utara (Gorut) tahun 2010. Tak sampai setahun menjabat, ia lantas dipercaya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKD-Diklat) Pemda Gorut.

PNS dengan pangkat Pembina Utama Muda / IVc itu pernah menjabat sebagai Kepala Biro Pengendalian dan Pembangunan Ekonomi (P2E) Pemprov Gorontalo sebelum akhirnya dilantik sebagai Kepala Bappeda tahun 2014 hingga sekarang.

Lima nama lainnya memiliki tahun lahir yang relatif sama antara 1964 hingga 1968. Drs. Syukri J. Botutihe, Kadis Kominfo dan Statistik, lahir di Gorontalo 12 Desember 1964. Usianya tidak terpaut jauh dengan Dr. Ir. Ishak Ntoma, Msi. Sekda Kabupaten Bone Bolango itu lahir di Gorontalo, 06 November 1964.

Baca Juga :  Gubernur Serahkan Bantuan Kepada Nelayan Bone Raya

Selanjutnya ada nama Dr. Ir. Yosef P. Koton, M.Si yang saat ini menjabat Kadis Arsip dan Perpustakaan Pemprov Gorontalo. Mantan Widyaiswara Utama itu lahir di Gorontalo, 26 Desember 1965. Sedikit lebih muda dari Yosef ada nama Prof. Dr. Ani Hasan, M.Pd yang lahir 20 Agustus 1966. Mantan Wakil Rektor III UNG juga dipercaya sebagai Ketua PGRI Provinsi Gorontalo.

Terakhir ada nama Dr. Jamal Nganro, ST, M.Si yang lahir di Bone Sulawesi Selatan, 11 Mei 1968. Jamal mengawali karir sebagai staf di Kementrian Perhubungan RI tahun 1998. Karirnya mulai menanjak saat dipercaya sebagai Kasubid Infrastruktur Wilayah dan Perhubungan di Bappeda tahun 2002. Sejak tahun 2015 hingga sekarang Jamal menjabat sebagai Kadis Perhubungan Provinsi Gorontalo.

Pewarta: Isam

1,756 total views, 1 views today

author

Author: