Bahaya HIV/AIDS dan LGBT Terus Disosialisasikan

0
213

 

Idah Syahidah Rusli Habibie, selaku Ketua Tim Asistensi KPAP Gorontalo saat mensosilasisasikan bahaya HIV/AIDS dan LGBT di SMA Negeri 1 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Kamis, (18/7/2019). (Foto : Andika-Humas)

Bone Bolango, Humas – Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Gorontalo terus mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS dikalangan pelajar SMA/SMK se Provinsi Gorontalo. Jika sebelumnya KPA hanya mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS, kali ini bertempat di SMA Negei 1 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Kamis, (18/7/2019) KPA turut mensosialisasikan tentang bahaya LGBT. LGBT merupakan singkatan dari lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual.

“Sosialisasi ini selalu menjadi penting karena dihadapan kita Indonesia yang sudah 73 tahun merdeka, akan tetapi penjajah yang merusak masa depan anak bangsa masih saja kita temui. Contohnya yah sekarang ini banyak yang mengidap penyakit HIV AIDS tidak bisa dipungkiri itu karena adanya pergaulan bebas diusia remaja seperti kalian,” kata Idah Syahidah selaku Ketua Tim Asistensi KPAP Gorontalo.

Idahpun memaparkan di gorontalo sendiri komunitas LGBT sudah semakin banyak ditemukan, khususnya untuk kaum LSL atau lelaki suka lelaki. Kelainan seks ini menunjukkan gabungan dari kalangan minoritas dalam hal seksualitas. Untuknya istri gubernur gorontalo ini menekankan kepada  kalangan generasi muda khususnya para pelajar untuk bergaul secara sehat dan tidak terjerumus pada perilaku yang bertentangan dengan budaya dan ajaran agama, seperti halnya perilaku LSL.

“Kita ini sudah darurat narkoba, darurat aids, ditambah lagi dengan darurat LSL. Kita tidak bisa lagi tinggal diam, LSL akan merusak masa depan adik-adik, dan resiko tertular HIV/Aids sangat besar. Oleh karena itu hindari dan jauhi perilaku yang dapat menjerat adik-adik pada perilaku yang menyimpang ini,” tandasnya.

Artikel Terkait  Gorontalo Akan Usung Beragam Tema Pada Nusantara Expo

Sosialisasi yang dihadiri ratusan siswa SMA 1 Tapa tersebut, diakhiri dengan dialog dan tanya jawab antara peserta dan Ketua Tim Asisetensi KPAP. Berdasarkan data yang diperoleh tim KPA, hingga Maret 2019 penderita HIV/AIDS di Provinsi Gorontalo mencapai 484 orang penderita.

Pewarta : Echin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini