Atasi Kendala Ekspor, Kumperindag Pertemukan Pelaku Usaha dan Eksportir

Kadis Kumperindag Provinsi Gorontalo M. Nadjamuddin (berdiri) saat membuka kegiatan “ Temu Pelaku Usaha dan Eksportir Dalam Rangka Peningkatan Ekspor Komoditi Unggulan Daerah”, Selasa (13/3), di Naca’s Café Kota Gorontalo

Gorontalo –  Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan ( Kumperindag) Provinsi Gorontalo mempertemukan para pelaku usaha dan eksportir  untuk  mengatasi berbagai masalah yang ditemui para pelaku bisnis dalam kegiatan ekspor, Selasa (13/3), di Naca’s Café Kota Gorontalo. Kegiatan yang dibungkus dalam kegiatan “ Temu Pelaku Usaha dan Eksportir Dalam Rangka Peningkatan Ekspor Komoditi Unggulan Daerah” diikuti oleh 30 pelaku usaha, eksportir dan instansi terkait di bidang ekspor.

Kadis Kumperindag Provinsi Gorontalo  M. Nadjamuddin saat membuka kegiatan tersebut mengatakan,  di era perdagangan global sekarang ini, arus barang masuk dan keluar sangatlah cepat, sehingga untuk memperlancar urusan bisnisnya, para pelaku usaha/eksportir  dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai prosedur ekspor impor, baik dari segi peraturan yang selalu diperbarui terutama yang berhubungan dengan perdagangan internasional, kepabeanan, bea dan cukai maupun perbankan, yang semuanya ini saling berkaitan dan selama ini sering terjadi permasalahan di lapangan.

Baca Juga :  Pj. Bupati Boalemo Resmi Serahkan Jabatan Kepada Bupati Terpilih

“Untuk memecahkan permasalahan ekspor inilah, Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Temu Pelaku Usaha dan Eksportir yang bertujuan untuk memfasilitasi  para pelaku usaha dan eksportir , sehingga bisa mendapatkan satu solusi bersama dalam meningkatkan dan mengembangan ekspor di daerah yang kita cintai ini,” jelas Nadjamuddin.

Dari data yang diperoleh Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, nilai ekspor yang tercatat pada pada tahun 2017 adalah sebanyak 18.109 Ton atau senilai 1,621,443 US$,  jumlah tersebut hanya diperoleh dengan 2 jenis komoditi ekspor yakni Gula Tetes dan Ikan Tuna.  Sementara pada Tahun 2018,  terjadi peningkatan ekspor untuk komoditi jagung  yaitu  23.850 ton  periode Januari hingga Maret.

Sementara itu Ketua Panitia kegiatan, Kasie Perdagangan Luar Negeri ,Zakiya Moh. Baserewan menjelaskan, acara ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada aparat, UKM atau pelaku usaha yang bergerak di bidang  ekspor mengenai prosedur  ekspor, peningkatan daya saing ekspor dan pengembangan ekspor serta mendiskusikan pemecahan masalah yang terjadi pada petani dan UKM yang menghambat perkembangan ekspor, sehingga diharapkan kualitas dan pemasaran komoditi ekspor lebih meningkat di tahun 2018 .

Baca Juga :  Penambak Udang Vaname Banjir Bantuan Dari Gubernur

Narasumber kegiatan yaitu Kadis Kumperindag Provinsi Gorontalo, Kepala Bea Cukai  Gorontalo  dan Kepala Kantor Kesyahbandara dan Otorisasi Pelabuhan kota Gorontalo .

Pewarta/Editor : Asriani

Foto : Kumperindagprov

207 total views, 2 views today

author

Author: