Angkutan Lebaran Tahun 2018 Jauh Lebih Baik

Pj. Sekdaprov Anis Naki (kedua kiri) menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama e-Simple Air antara Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Bandar Udara Jalaludin Gorontalo, Kantor Kesyahbandaraan  Otoritas  Pelabuhan Kelas IV Gorontalo, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Anggrek, dan Kantor Unit Pelabuhan Kelas III Kwandang. (foto : Nova – Humas)

Kota Gorontalo, Humas – Penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2018/1439 Hijriah dapat dikatakan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut terungkap pada evaluasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu Provinsi Gorontalo Tahun 2018/1439 Hijriah, di ruang Dulohupa Kantor Gubernur, Selasa (24/7/2018).

Anis Naki saat membuka rapat evaluasi mengatakan, penyelenggaraan angkutan lebaran  telah terlaksana dengan baik, lancar, tertib, dan aman.

“Alhamdulillah tahun ini baik angkutan darat, laut dan udara tidak terjadi kecelakaan sebagaimana terjadi di daerah-daerah lain,” ucap Anis bersyukur.

Baca Juga :  BKD Provinsi Gorontalo Mulai Petakan Kompetensi PNS

Meskipun ada kemacetan terjadi selama 1 jam saat penyelenggaraan gebyar ketupat karena miss komunikasi, namun hal tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dimana kemacetan bisa memakan waktu hingga 2 jam lebih,” jelas Anis.

Mantan Kaban Kesbangpol ini berharap, evaluasi bukan saja untuk mengidentifikasi semua kendala yang kecil maupun besar yang kita alami pada penyelenggaraan angkutan lebaran tahun 2018, tapi ini menjadi referensi perencanaan di tahun-tahun selanjutnya.

“Kedepannya, kita perlu antisipasi hal-hal yang dapat menghambat pelayanan kita terhadap masyarakat karena seiring perkembangan jaman, tingkat ekspektasi masyarakat juga akan terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan angkutan lebaran di Provinsi Gorontalo berjalan dengan cukup baik berkat kerja sama semua pihak.  Kendala di lapangan bisa langsung diatasi di lapangan karena kita sudah membangun 10 posko.

Baca Juga :  Antisipasi Kelangkaan Elpiji Pemprov Gorontalo Turunkan Tim Terpadu

“Kesepuluh posko ini di bangun untuk mengantisipasi ketika ada sesuatu GAP maka posko itulah yang akan didorong dalam rangka penyempurnaan. Selain itu juga demi keselamaan kita melakukan uji kelaikan kendaraan, serta tes alkohol dan tes narkoba bagi para sopir angkutan umum untuk menjamin keselamatan dan keamanan penumpang,” kata Jamal.

Selain itu kata Jamal, ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, evaluasi penyelenggaraan angkutan lebaran kita laksanakan mendekati penyelenggaraan kegiatan, tetapi belajar dengan kemarin-kemarin ada sesuatu yang perlu dirubah tata caranya.

“Evaluasi harus dilakukan jauh sebelum penyelenggaraan kegiatan sehingga kekurangannya menjadi catatan tersendiri bagi kita semua agar nanti pelaksanaan tahun depan kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya,” tutup Jamal.

Baca Juga :  Sekdaprov : ASN Diharapkan Jadi Motor Penggerak Pembangunan  Daerah

Selain evaluasi penyelenggaraan angkutan lebaran  terpadu, pada  kesempatan tersebut juga dilaksanakan  launching dan penandatanganan perjanjian kerja sama e-Simple Air antara Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Bandar Udara Jalaludin Gorontalo, Kantor Kesyahbandaraan  Otoritas  Pelabuhan Kelas IV Gorontalo, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Anggrek, dan Kantor Unit Pelabuhan Kelas III Kwandang yang disaksikan oleh Penjabat Sekdaprov Gorontalo yang didamping oleh Danlanal Gorontalo dan Dirlantas Polda Gorontalo.

Evaluasi dihadiri pimpinan instansi terkait antara lain dari Danlanal Gorontalo, Direktorat Lalu Lintas Polda Gorontalo, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), bandar udara Djalaludin, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXI, serta pimpinan maskapai penerbangan dan instansi terkait lainnya.

Pewarta : Nova
Editor : Asriani

401 total views, 1 views today

author

Author: