4 Tahun Berjalan, Dana Desa Gorontalo Capai Rp1,63 Triliun

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kiri) menyerahkan bantuan fasilitas kantor bagi Pendamping Profesional Desa, Sabtu (23/2/2019). Sebanyak 365 Pendamping Profesional Desa menandatangani kontrak individual untuk bertugas mengawal Program Dana Desa di Provinsi Gorontalo. (Foto: Salman-Humas).

KOTA GORONTALO, Humas – Sejak diberlakukan tahun 2015 lalu, Program Dana Desa oleh Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pedesaan di Provinsi Gorontalo. Hingga tahun 2018 total Dana Desa di Gorontalo mencapai angka 1,634 triliun.

Hal tersebut sebagaimana terungkap dalam acara Penandatanganan Kontrak Individual antara Satker P3MD Provinsi dengan Tenaga Ahli Pendamping Desa yang berlangsung di Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo, Sabtu (23/2/2019).

Baca Juga :  Maksimalkan Potensi Pertanian Desa Tertinggal, Pemprov Gorontalo Bahas Smart Farming 4.0

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan, tahun 2019 pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp70 triliun untuk dana desa. Rp636 miliar di antaranya dialokasikan untuk 596 desa di Gorontalo.

“Kita harus syukuri dana desa terus naik setiap tahun. Menurut saya, program ini harus dilanjutkan dan diteruskan. Kalau kita tidak lanjutkan, maka sia-sialah program yang digelontorkan oleh pemerintah pusat khususnya pak (Presiden) Jokowi,” terang Rusli usai acara.

Terkait dengan pemanfaatan dana desa, mantan Bupati Gorontalo Utara itu berharap agar pendamping profesional dan aparat desa bisa mengarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu caranya dengan membangun rumah layak huni (mahyani) bagi warga kurang mampu. Kebutuhan Mahyani disebut Rusli ada 58.000 unit, sementara pemprov setiap tahun hanya mampu membangun untuk 1.000 unit Rumah Hunian Idaman Rakyat (RH-IR).

Baca Juga :  Wagub Gorontalo Serahkan SK Lima Pejabat Pelaksana Tugas

“Kalau setiap desa ada 10 mahyani dikalikan jumlah desa, maka selama 10 tahun persoalan mahyani kita sudah tuntas,” imbuhnya.

Kepada profesional pendamping desa yang akan bertugas, Rusli berharap agar bekerja dengan profesional dan penuh dedikasi. Ia berharap pendamping desa bisa melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program dengan baik serta melibatkan semua masyarakat.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (BPMD-Dukcapil) Provinsi Gorontalo, pemanfaatan dana desa sukses membangun 16 jenis infrastruktur desa.

Jalan desa sepanjang 1.361,23 KM, jembatan 2.527 M, pasar desa 49 unit, Bumdes 5 unit, tambatan perahu 43 unit. Ada juga embung 18 unit, MCK 9.763 unit, Polindes 132 unit, PAUD 995 unit serta Posyandu 187 unit.

Baca Juga :  Bonus 2 Miliar Rupiah Untuk Atlit yang meraih Medali

Pewarta; Isam/Ecyhin

 

437 total views, 2 views today

Berita Terkait

Gubernur Gorontalo Bantu Mahyani Untuk Korban Puti... Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (dua kanan) didampingi istri Idah Syahidah saat meninjau dan berbincang dengan keluarga korban angin puting beliung ...
Dikritik Warga Soal Program Gratis, Jawaban Gubern... Salah satu perwakilan warga menyampaikan aspirasinya pada Dialog Pertanian yang digelar oleh Pemprov Gorontalo di Vila Pribadi Gubernur Rusli Habibie...
Tekan Angka Kemiskinan, Rumah Penerima Bantuan Dib... Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memverifikasi rumah milik keluarga Fahmi Abdul Rahmat di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, J...
Gubernur Gorontalo Apresiasi CSR Pabrik Gula Tolan... Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (duduk kanan) saat meninjau rumah layak huni (mahyani) yang dibangun oleh Pabrik Gula Tolangohula di Desa Mohiyolo, ...
Tags: